Keutamaan dan Amalan Bulan Syakban

Keutamaan dan Amalan Bulan Syakban

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Sabtu, 24 Jan 2026 15:00 WIB
Keutamaan dan Amalan Bulan Syakban
Ilustrasi bulan Syakban. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Menjelang datangnya Ramadan, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri secara spiritual melalui berbagai ibadah sunah. Salah satu momen yang kerap menjadi perhatian adalah bulan Syakban, yang berada tepat sebelum bulan puasa.

Bulan ini dikenal memiliki sejumlah keutamaan serta amalan yang dianjurkan untuk memperkuat kesiapan rohani. Artikel ini akan mengulas makna Syakban, dalil keutamaannya, serta praktik ibadah yang dapat dilakukan sebagai bekal menyambut Ramadan.

Keutamaan Bulan Syakban

Bulan Syakban memiliki posisi istimewa dalam kalender Hijriah. Terletak di antara Rajab dan Ramadan, bulan ini menyimpan berbagai keutamaan yang menjadi momentum tepat bagi umat Islam untuk melakukan "pemanasan" ibadah sebelum memasuki bulan puasa. Berdasarkan sejumlah riwayat hadis dan pendapat ulama dari laman MUI, berikut keistimewaan bulan Syakban yang patut diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bulan Syahrul Qurra'

Bulan Syakban sering dijuluki Syahrul Qurra' atau bulannya para pembaca Al-Qur'an. Pada masa lalu, para ulama menjadikan bulan ini sebagai waktu fokus untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci. Sebuah kisah menarik datang dari Amr bin Qais al-Mula'iy. Salmah bin Kuhail mengisahkan:

وقال سلمة بن كهيل : كان يقال : شهر شعبان شهر القراء .وكان حبيب بن أبي ثابت إذا دخل شعبان قال: هذا شهر القراء. وكان عمرو بن قيس الملائي إذا دخل شعبان، أغلق حانوته وتفرغ لقراءة القرآن.

ADVERTISEMENT

Kebiasaan ini menunjukkan betapa pentingnya menjadikan Syakban sebagai start awal tadarus sebelum Ramadan tiba.

2. Bulan Turunnya Perintah Berselawat

Salah satu peristiwa bersejarah yang diyakini terjadi di bulan ini adalah turunnya perintah Allah SWT kepada umat Islam untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini tertulis dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56, yang berbunyi:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمً

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Oleh karena itu, memperbanyak bacaan selawat menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan sepanjang bulan ini.

3. Bulan Merawat Tanaman Amal

Para ulama memiliki analogi indah tentang hubungan antara Rajab, Syakban, dan Ramadan. Mereka menggambarkan ketiga bulan ini seperti siklus bercocok tanam. Bulan Rajab diibaratkan sebagai masa menanam benih.

Syakban adalah masa menyiram dan memupuk tanaman tersebut, sedangkan Ramadan adalah masa memanen pahalanya. Artinya, Syakban adalah fase krusial untuk merawat kebiasaan baik agar siap memetik hasilnya saat bulan puasa nanti.

4. Bulan Pelaporan Amal Tahunan

Keistimewaan yang paling sering menjadi sorotan adalah diangkatnya catatan amal manusia secara tahunan kepada Allah SWT di bulan ini. Fakta inilah yang mendasari kebiasaan Rasulullah SAW untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan Syakban. Dalam hadis riwayat An-Nasa'i dan Abu Dawud, Usamah bin Zaid pernah bertanya mengapa Nabi:

عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: Dari Usamah bin Zaid berkata, "Aku bertanya: "Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syakban (karena seringnya), beliau menjawab, "Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa. (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah)

Amalan Bulan Syakban

Bulan Syakban sering kali disebut sebagai bulan "persiapan" atau gerbang menuju Ramadan. Sayangnya, posisi bulan ini yang terjepit di antara dua bulan mulia (Rajab dan Ramadan) membuatnya sering terlupakan. Padahal, Syakban menyimpan keutamaan luar biasa sebagai waktu diangkatnya catatan amal manusia.

Bagi umat Islam, Syakban adalah momen emas untuk "mencuri start" ibadah. Ibarat pemanasan atlet, memaksimalkan ibadah di bulan ini akan membuat fisik dan hati lebih siap saat memasuki bulan puasa nanti.

Merujuk pada sejumlah kitab klasik dan hadis sahih pada laman NU Online, berikut adalah tiga amalan prioritas yang sangat dianjurkan dikerjakan sepanjang bulan Syakban.

Memperbanyak Puasa Sunah

Salah satu alasan kuat mengapa puasa sangat dianjurkan di bulan ini adalah karena Syakban merupakan momen Rafa'ul A'mal atau diangkatnya laporan amal tahunan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

«ذَاكَ شَهْرٌ تَغْفُلُ النَّاسُ فِيهِ عَنْهُ، بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ». حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودَ وَالنَّسَائِيُّ.


Artinya: Bulan Syakban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Syakban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa." (HR Abu Dawud dan Nasa'i).

Bahkan, Aisyah RA pernah bersaksi dalam riwayat Bukhari dan Muslim bahwa ia tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sunnah lebih banyak daripada ketika beliau berada di bulan Syakban.

Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Jika kita biasanya baru 'ngebut' baca Al-Qur'an saat Ramadan, para ulama terdahulu justru memulainya sejak Syakban. Saking lekatnya kebiasaan ini, Syakban sampai dijuluki sebagai Syahrul Qurra' atau Bulannya Para Pembaca Al-Qur'an. Dalam kitab Madza fi Syakban, diceritakan kisah inspiratif dari ulama salaf:

قَالَ العَلَّامَةُ الشَّيْخُ أَحْمَدُ بْنُ حِجَازِيٍّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى: وَقَدْ كَانَ السَّلَفُ الصَّالِحُ يُقْبِلُونَ فِيهِ عَلَى قِرَاءَةِ القُرْآنِ، فَتَأَسَّوْا بِهِمْ؛ فَمَا مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ جَمَعَ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ الكَرِيمِ، كَالفَاتِحَةِ أُمِّ القُرْآنِ، وَآيَةِ الكُرْسِيِّ، وَسُورَةِ الإِخْلَاصِ، وَالمُعَوِّذَتَيْنِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ، فَيَشْتَغِلُ الإِنْسَانُ فِي هَذَا الشَّهْرِ بِمَا جَمَعَ

Artinya: Al-'Allamah Syaikh Ahmad bin Hijazy berkata: "Dahulu Salafus Sholeh selalu mengisi bulan Syakban dengan membaca Al-Qur'an dan itu mendamaikan hati mereka. Tidak ada dari kalian menghafalkan Al-Qur'an seperti al-Fatihah, Ayat Kursi, surat al-Ikhlas, al-Mu'awwidzatain, dan lain-lain, kecuali ia akan menyibukkan diri pada bulan ini dengan apa yang telah dihafalkan.

Bagi kita masyarakat awam, Syaikh Ahmad bin Hijazy memberikan nasihat yang melegakan. Tidak harus langsung mengkhatamkan 30 juz jika berat, kita bisa memulainya dengan surat-surat yang sudah dihafal seperti Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, atau Al-Mu'awwidzatain. Kuncinya adalah konsistensi untuk menyibukkan diri dengan ayat suci.

Memperbanyak Selawat

Tahukah Anda bahwa ayat perintah berselawat (QS Al-Ahzab: 56) diturunkan pada bulan Syakban? Inilah mengapa Ibnu Abi Shai Al-Yamani menyebut Syakban sebagai "Bulan Selawat".

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam kitabnya merinci fadhilah luar biasa bagi mereka yang rajin bersholawat di bulan ini, antara lain:

1. Balasan Berlipat

رَوَى مُسْلِمٌ وَأَصْحَابُ السُّنَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا».

Barang siapa berselawat satu kali, Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali rahmat (HR. Muslim).

2. Doa dari Rasulullah

فَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ بَلَغَتْنِي صَلَاتُهُ وَصَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَكُتِبَ لَهُ سِوَى ذَلِكَ عَشْرُ حَسَنَاتٍ». رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ فِي «الأَوْسَطِ» بِإِسْنَادٍ لَا بَأْسَ بِهِ. انْتَهَى مِنْ «تَرْغِيبِ» المُنْذِرِيِّ.

Nabi SAW akan memintakan ampunan dan rahmat bagi mereka yang berselawat kepadanya.

3. Penghapus Dosa dan Peninggi Derajat

رَوَى النَّسَائِيُّ، وَالطَّبَرَانِيُّ، وَالْبَزَّارُ عَنْ أَبِي بَرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِنْ أُمَّتِي صَلَاةً مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَرَفَعَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكُتِبَ لَهُ بِهَا عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ».

Satu selawat yang diucapkan dengan ikhlas mampu menghapus sepuluh kejelekan, mencatat sepuluh kebaikan, dan mengangkat derajat seseorang sepuluh tingkat. (HR Nasa'i dan Thabrani)

Dengan keutamaan dan amalan-amalan yang dapat dilakukan di bulan Syakban, bulan ini tidak lagi sekedar perantara bulan Rajab dan Ramadan, tetapi menjadi ladang pahala untuk dipanen saat datangnya bulan Ramadan. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(hil/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads