Khofifah Respons Cepat Perbaikan Irigasi Pascabanjir Situbondo

Khofifah Respons Cepat Perbaikan Irigasi Pascabanjir Situbondo

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 25 Jan 2026 10:15 WIB
Khofifah Respons Cepat Perbaikan Irigasi Pascabanjir Situbondo
Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau banjir Situbondo. Foto: Istimewa
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons cepat penanganan pascabanjir Situbondo pada 21 Januari 2026. Ia menginstruksikan jajarannya agar segera melakukan perbaikan saluran irigasi yang mengairi sawah delapan desa di Kabupaten Situbondo.

Khofifah menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merespons cepat dampak bencana, khususnya pada infrastruktur pengairan yang berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

"Perbaikan irigasi ini kami pastikan segera diselesaikan dalam tiga hari ini agar aliran air ke lahan pertanian kembali normal dan aktivitas petani tidak terganggu," ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (25/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan proses perbaikan irigasi diperkirakan selama tiga hari, mulai 24-26 Januari 2026. Perbaikan itu untuk memulihkan suplai air ke lahan pertanian seluas 1.336 hektare, yang tersebar di delapan desa, Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih.

ADVERTISEMENT

"Dalam pelaksanaannya, kami menurunkan 31 personel, didukung satu unit ekskavator standar, dua unit self loader, satu unit truck crane, dua unit dump truck, 12 lonjor pipa diameter 20 inch, serta 400 lembar sandbag untuk memperkuat struktur sementara dan mencegah kerusakan lanjutan," jelasnya.

Seperti diketahui, banjir yang melanda Kabupaten Situbondo beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 15 meter, dan menyebabkan terputusnya suplai air ke lahan pertanian di delapan desa tersebut.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemprov Jatim sebelumnya telah melakukan pemasangan pipa sepanjang enam meter dengan diameter 20 inci sebanyak 12 buah, sehingga fungsi saluran irigasi dapat kembali berjalan sementara.

Selain perbaikan irigasi, Gubernur Khofifah juga mengarahkan tim teknis untuk melakukan penanganan lanjutan berupa normalisasi Sungai Lobawang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi guna mengurangi risiko terjadinya banjir susulan di wilayah tersebut.

"Normalisasi Sungai Lobawang akan menjadi bagian dari langkah lanjutan agar kapasitas sungai meningkat dan potensi banjir ke depan bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pertanian," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads