Sehari 3 Kebakaran Terjadi di Tulungagung, Gudang Dinkes-Peternakan

Sehari 3 Kebakaran Terjadi di Tulungagung, Gudang Dinkes-Peternakan

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 24 Jan 2026 20:42 WIB
Tim Damkar melakukan upaya pemadaman
Tim Damkar melakukan upaya pemadaman (Foto: Istimewa)
Tulungagung -

Dalam sehari, tiga peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Tulungagung. Kebakaran menimpa gudang arsip dinas kesehatan hingga peternakan 4.000 ayam.

Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan kebakaran pertama terjadi di peternakan ayam milik Ageng di Desa Siyotobagus, Kecamatan Besuki.

"Kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. Api dengan cepat membesar dan membakar kandang yang berisi 4.000 ekor ayam siap panen," kata Iwan, Sabtu (24/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim Damkar yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan upaya pemadaman. Kejadian tersebut mengakibatkan kerugian materi senilai Rp 70 juta.

ADVERTISEMENT

Kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 8.00 WIB di gudang arsip milik Dinas Kesehatan Tulungagung. Api yang diduga muncul dari boks jaringan telepon PABX sempat membesar dan menyambar sejumlah barang yang ada di disekitarnya.

Kebakaran berskala kecil tersebut meludeskan sejumlah berkas dinas kesehatan dan beberapa perangkat dan almari.

"Api berhasil berhasil kami kendalikan sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain. Kerugian diperkirakan Rp 25 juta," ujarnya.

Sementara itu kebakaran ketiga terjadi pada Sabtu siang di rumah Sutikno warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Tulungagung. Kebakaran tersebut nyaris membakar salah satu penghuni rumah.

"Saat kebakaran, pemilik rumah pergi bekerja dan di dalam rumah hanya ada remaja berkebutuhan khusus. Kondisi rumah terkunci," imbuhnya.

Saat itu warga melihat api telah membesar. Mengetahui masih ada orang yang ada di dalam rumah, warga langsung berusaha memberikan pertolongan.

"Alhamdulillah korban berhasil ditolong warga. Meskipun tidak sampai mengalami luka bakar, kondisi korban lemas karena menghirup asap kebakaran," kata Iwan.

Terkait maraknya kasus kebakaran, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan terhadap jaringan listrik.

"Pemeliharaan jaringan listrik perlu dilakukan karena sebagian kebakaran terjadi akibat korsleting," jelasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads