Isu lingkungan dan perubahan iklim semakin sering dibahas di ruang publik, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas udara dan kondisi alam sekitar. Upaya sederhana yang bisa dilakukan dari lingkungan terdekat pun menjadi semakin relevan.
Artikel ini membahas bagaimana masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon, lengkap dengan manfaatnya serta langkah-langkah yang dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon
Hari Gerakan Satu Juta Pohon diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan berbagai kegiatan sederhana namun berdampak, mulai dari menanam pohon hingga mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya penghijauan.
- Memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya pohon bagi kehidupan serta penjelasan cara menanam pohon yang baik dan benar.
- Melakukan reboisasi di area hutan yang sudah rusak untuk mengembalikan fungsi hutan.
- Ikut dalam volunteer penanaman pohon secara bersama-sama.
- Memberi bantuan bibit-bibit pohon untuk ditanam pada lingkungan sekitar.
- Mengajak masyarakat membagikan aksi menanam pohon di media sosial untuk meningkatkan kesadaran publik.
- Memasang Twibbon supaya semakin meriah dan banyak orang tahu mengenai peringatan Gerakan Satu Juta Pohon.
- Mengikuti lomba peringatan hari gerakan satu juta pohon ini, misalnya fotografi alam, mural lingkungan, atau karya tulis tentang pelestarian alam.
- Kerja bakti membersihkan lingkungan atau area sekitar lokasi penanaman agar pohon dapat tumbuh dengan baik.
- Ikut menanam dan merawat pohon di lingkungan sekolah sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
- Memberikan donasi untuk gerakan lingkungan hidup.
Hari Gerakan Satu Juta Pohon
Tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Pada 2026, hari besar nasional tersebut jatuh pada hari Sabtu. Tujuan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menanam pohon untuk kepentingan bersama.
Meskipun demikian, tidak sedikit masyarakat yang masih belum mengetahui adanya peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, termasuk latar belakang serta tujuan peringatannya. Untuk itu, detikJatim akan merangkum sejarah, tujuan, hingga cara memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Yuk, simak selengkapnya di sini.
Sejarah Hari Gerakan Satu Juta Pohon
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Asahan, Gerakan Satu Juta Pohon diperingati setiap tahun pada 10 Januari. Peringatan ini sebagai salah bentuk penyelamatan hutan dan pelestarian lingkungan.
Momentum ini juga bertujuan mewujudkan lingkungan yang sehat, sejuk, dan asri. Lewat peringatan ini, masyarakat diharapkan dapat terus melestarikan pohon yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia.
Awal mula tercetus gerakan ini di Indonesia, dipelopori Presiden Soeharto pada 10 Januari 1993 di Jakarta. Dalam pidatonya, Presiden Soeharto mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan Gerakan Satu Juta Pohon, yaitu menanam pohon sampai melampaui satu juta di setiap provinsi.
Pohon memiliki banyak manfaat, salah satunya menghasilkan udara yang bermanfaat untuk pernapasan manusia, dan mengurangi kandungan karbondioksida. Tak hanya itu, menanam pohon dapat mencegah banjir, mencegah erosi, menjaga kestabilan iklim, dan menjadi sumber makanan, serta tempat tinggal bagi hewan.
Kegiatan gerakan penanaman pohon ini diharapkan dampak pemanasan global dapat diatasi. Hal ini dikarenakan pohon berperan menyerap sinar matahari dan karbon melalui proses fotosintesis sehingga membantu menjaga keseimbangan lingkungan.
(hil/irb)











































