Puasa Sunah Kamis, Ibadah Mulia yang Dianjurkan Rasulullah

Puasa Sunah Kamis, Ibadah Mulia yang Dianjurkan Rasulullah

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 14 Jan 2026 04:00 WIB
Puasa Sunah Kamis, Ibadah Mulia yang Dianjurkan Rasulullah
Ilustrasi puasa. Foto: Abdullah Arif/Unsplash
Surabaya -

Puasa Kamis adalah salah satu ibadah voluntary (sunah) yang sangat dianjurkan dalam Islam. Yuk, simak pengertian hingga keutamaan puasa Kamis.

Meskipun tidak wajib seperti puasa Ramadan, puasa ini termasuk amalan yang dicintai Allah karena diriwayatkan dilakukan Nabi Muhammad SAW secara rutin.

Apa Itu Puasa Sunah Kamis?

Puasa sunah Kamis adalah puasa yang dilakukan pada hari Kamis sebagai bentuk ibadah tambahan selain puasa wajib. Dalam tradisi Islam, puasa Kamis biasanya dilakukan bersama-sama dengan puasa pada hari Senin, karena kedua hari ini disebut secara khusus dalam sejumlah hadis Nabi SAW sebagai hari yang memiliki keutamaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir laman Muslim, adanya anjuran puasa pada hari Senin dan Kamis berasal dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Beberapa dalil penting antara lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Amal-amal manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka ketika amalanku diperlihatkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi dan dinyatakan hasan/sahih oleh para ulama).

ADVERTISEMENT

Dari Abu Qatadah, Nabi SAW ditanya tentang puasa di hari Senin, jawab beliau:

"Hari itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku menerima wahyu (diutus sebagai Nabi). (HR Muslim)

Selain itu, ada riwayat lain bahwa Nabi SAW juga rutin melakukan puasa pada kedua hari tersebut sebagaimana diriwayatkan Aisyah RA.

Keutamaan Puasa Kamis

Puasa sunah pada hari Kamis memiliki sejumlah keutamaan yang sangat istimewa. Amalan ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi memiliki dasar kuat dari kebiasaan dan sabda Rasulullah sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat, seperti dirangkum dari laman NU Online di bawah ini.

1. Puasa Rutin Rasulullah SAW

Hari Senin dan Kamis termasuk waktu yang sangat dijaga oleh Nabi Muhammad saw untuk berpuasa. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Siti 'Aisyah RA.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Artinya: Nabi saw selalu menjaga puasa Senin dan Kamis (HR Tirmidzi dan Ahmad).

2. Hari Penyetoran Amal Manusia

Hari Senin dan Kamis merupakan waktu di mana amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Karena itu, berpuasa pada hari tersebut menjadi keutamaan tersendiri, sebab amal disetorkan dalam keadaan ibadah.

Dalam sebuah riwayat, diceritakan Usamah bin Zaid yang tetap berpuasa Senin-Kamis meski telah lanjut usia. Ketika ditanya alasannya, ia mencontoh Rasulullah SAW yang bersabda:

إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ

Artinya: Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis.

Dalam hadis lain, Rasulullah SA juga bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa (HR Tirmidzi).

Syekh Sulaiman al-Bujairami menjelaskan bahwa amal manusia dicatat dua kali setiap hari, disetorkan mingguan pada hari Senin dan Kamis, serta tahunan pada malam Nisfu Syakban.

3. Hari Dibukanya Pintu Surga

Keutamaan lainnya, pada hari Senin dan Kamis Allah SWT membuka pintu-pintu surga dan memberikan ampunan bagi hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

Artinya: Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan (HR Muslim, No 4652).

Dengan berbagai keutamaan tersebut, puasa Kamis menjadi amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk terus dijaga sebagai bentuk cinta dan keteladanan kepada Rasulullah SAW.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads