Kandang Sapi di Madiun Jadi Sarang Kobra, 5 Ular-13 Telur Dievakuasi

Kandang Sapi di Madiun Jadi Sarang Kobra, 5 Ular-13 Telur Dievakuasi

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 24 Jan 2026 13:30 WIB
Evakuasi ular di Madiun
Evakuasi ular di Madiun/Foto: Istimewa
Madiun -

Kandang sapi milik petani di Desa Sambirejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, dilaporkan menjadi sarang ular kobra. Temuan itu diketahui setelah tim rescuer Exalos Indonesia Regional Madiun melakukan penyisiran di lokasi, Jumat (23/1/2026) dini hari.

Kandang sapi tersebut milik Kustiawan (45). Awalnya, tim mendapat laporan kemunculan ular sanca kembang di sekitar kandang ternak warga. Saat dilakukan penyisiran lanjutan, petugas justru menemukan lebih banyak satwa berbahaya.

Koordinator Exalos Indonesia, Dodik Andika mengatakan, dari hasil evakuasi ditemukan satu ekor ular sanca kembang, lima ekor ular kobra dewasa, serta belasan telur kobra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi total ular yang berhasil kami evakuasi ada satu ekor ular sanca kembang sepanjang tiga meter, lima ular kobra dan 13 cangkang telur ular kobra," ujar Dodik kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Dodik menjelaskan, penemuan sarang ular kobra bermula saat warga melihat kemunculan ular sanca kembang di sekitar kandang ternak. Warga kemudian melapor karena khawatir terhadap keselamatan keluarga dan hewan ternaknya.

"Dari laporan masyarakat itu tim rescuer Exalos Indonesia Regional Madiun dengan anggota Suyoko, Aris, Arif, Mahmud, Robby, Suleh dan Imron langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Evakuasi awal tim berhasil menangkap ular sanca kembang tanpa perlawanan berarti," jelas Dodik.

Setelah itu, tim memperluas pencarian di sejumlah titik, terutama di area kandang yang lembap.

"Kemudian tim mengembangkan pencarian di beberapa titik lantaran kondisi kandang yang lembab. Setelah dilakukan pencarian, tak disangka, kandang sapi tersebut ternyata menjadi tempat persembunyian dan lokasi berkembang biak ular kobra itu," papar Dodik.

Seluruh ular yang dievakuasi rencananya akan diserahkan kepada pihak berwenang atau dilepasliarkan ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman warga. Dodik juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan.

"Kami juga meminta warga juga tidak melakukan tindakan berbahaya dan segera menghubungi tim penyelamat profesional apabila menemukan satwa liar berpotensi membahayakan," tandas Dodik.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads