Sebuah tower provider di Surabaya Hotel School (SHS) roboh. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, sedangkan proses evakuasi tower juga masih terus karena masih menggantung di bangunan.
"Alhamdulillah, korban jiwa nihil. Kendaraan yang tertimpa juga dievakuasi, masih bisa diselamatkan. Seluruh penghuni gedung telah kami evakuasi dan dipastikan dalam kondisi selamat," kata Kepala Sub Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Arief Sunandar, Jumat (23/1/2026).
"Kami amankan dengan tali dan anchor yang kuat di bagian atas supaya tidak membahayakan pengguna jalan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan insiden itu berdampak pada lalu lintas dan jaringan listrik di sekitar lokasi. Menurutnya, listrik pada rumah warga di sekitar lokasi sempat padam.
"Sempat terjadi pemadaman listrik di beberapa rumah karena dua tiang listrik terdampak saat tower ambruk dan menimpa kabel. Petugas PLN masih melakukan pemulihan dan kondisi instalasi listrik sudah dipastikan aman," tuturnya.
Arief menambahkan robohnya tower provider tersebut karena angin kencang. Hal didasarkan pada informasi dari BMKG bahwa saat tower toboh memang sempat ada angin kencang. Namun, menurutnya hal itu bukan faktor utama.
"Berdasarkan informasi BMKG, pada waktu kejadian kecepatan angin mencapai sekitar 15 kilometer per jam. Kondisi angin di bagian atas gedung terasa cukup kencang, saya sempat naik ke atas dan memang anginnya terasa cukup kuat," jelas Arief.
Ada kemungkinan faktor angin berpengaruh, namun untuk kondisi struktur tower akan dilakukan penilaian lebih lanjut oleh tim teknis,"imbunya.
"Nanti akan dilakukan pelepasan peralatan yang ada di atas, termasuk kemungkinan pemotongan oleh tim DPKP agar tidak membahayakan. Kami juga sudah merekomendasikan kepada pemilik tower agar dilakukan evaluasi menyeluruh supaya kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Sementara itu Pengelola Surabaya Hotel School (SHS) Vitara Yudha menuturkan posisi tower berada di rooftop atau lantai 5.
"Kalau ketinggian gedungnya ini sampai kita ada yang yang penuh full itu 4 lantai. tapi di atas masih ada gedung sama musala. Ya, di lantai lantai kelima, jadi tiang ini ada di lantai 5, iya. Tiang ini baru, kurang lebih sekitar 2 sampai 3 tahun ini, setelah COVID (didirikan), 2022-2023 baru pasang lagi," tuturnya.
Yudha menyebutkan ada 2 provider di tower itu. Ia berharap proses evakuasi berlangsung cepat dan segera rampung.
(prf/abq)











































