Musim Hujan Awal 2026 Sampai Kapan? Ini Prediksi BMKG

Musim Hujan Awal 2026 Sampai Kapan? Ini Prediksi BMKG

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 12:00 WIB
Musim Hujan Awal 2026 Sampai Kapan? Ini Prediksi BMKG
Ilustrasi hujan. Foto: Andhika Prasetia/detikfoto
Surabaya -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa musim hujan 2025/2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.

BMKG menyebut, kondisi El NiΓ±o Southern Oscillation (ENSO) diperkirakan berada pada fase netral sepanjang 2025. Meski begitu, ada kemungkinan La NiΓ±a lemah muncul di akhir tahun 2025.

Jika ini terjadi, curah hujan di beberapa wilayah Indonesia bisa meningkat. Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada di fase negatif dan diprediksi bertahan hingga November 2025. Kondisi ini ikut mendorong potensi hujan lebih sering, terutama di wilayah barat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Puncak Musim Hujan?

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November 2025 hingga Februari 2026. Wilayah barat Indonesia diprediksi mencapai puncaknya pada November-Desember 2025. Wilayah selatan dan timur Indonesia menyusul pada Januari-Februari 2026.

Sekitar 33,6 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada November-Desember 2025, termasuk sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian utara dan barat, serta sebagian Jawa dan Papua Barat.

ADVERTISEMENT

Kapan Musim Hujan Mulai?

Awal musim hujan di Indonesia tidak datang bersamaan. BMKG menilai, dibandingkan kondisi normal, musim hujan kali ini datang lebih cepat di banyak wilayah.

Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan, bahkan sudah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Setelah itu, hujan meluas ke wilayah selatan dan timur Indonesia. Sebagian besar daerah mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, hingga November 2025.

Dari sisi intensitas, BMKG memprediksi curah hujan secara umum masih dalam kategori normal. Artinya, hujan tidak diperkirakan lebih deras atau lebih kering dari biasanya. Meski begitu, durasi musim hujan diprediksi lebih panjang, sehingga masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi banjir atau longsor.

Masih Ada Daerah yang Kemarau

Walaupun mayoritas wilayah memasuki musim hujan, BMKG menyoroti bahwa beberapa daerah tetap mengalami musim kemarau karena perbedaan pola hujan. Pada bulan September-Desember 2025, sekitar 1,7 persen wilayah diprediksi masih kemarau, terutama di sebagian Sulawesi dan Papua Barat.

Sementara itu, pada bulan Januari-Mei 2026 diperkirakan sekitar 6,6 persen wilayah diperkirakan mengalami kemarau. Wilayah ini meliputi pesisir timur Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian Sulawesi, Maluku, hingga pesisir utara Papua Barat Daya.




(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads