Salah satu titik kemacetan terparah di Surabaya, yakni Bundaran Taman Pelangi, mulai diatasi tahun ini melalui pembangunan flyover. Proyek tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Kemacetan di Bundaran Taman Pelangi dipicu oleh adanya perlintasan kereta api. Lokasi ini menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari arah Ahmad Yani menuju Rungkut maupun sebaliknya, serta akses dari Ahmad Yani menuju pusat kota Surabaya dan Sidoarjo.
"Karena itulah dikurangi kemacetannya dengan flyover. Berdasarkan perhitungan Dishub, Bundaran Taman Pelangi merupakan titik yang paling krusial atau paling padat. Maka kita potong di titik itu, sambil nanti kita melihat titik-titik lainnya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri menjelaskan, keberadaan rel kereta api hampir selalu menimbulkan kemacetan di kawasan sekitarnya. Oleh sebab itu, pembangunan flyover dipilih dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
"Pertama membahayakan, kedua pasti memengaruhi arus lalu lintas. Karena itu, nanti akan bertahap. Setelah Taman Pelangi, kita akan ke titik-titik lain yang memang crowded untuk dibuatkan overpass atau underpass," jelasnya.
Menurut Eri, keberadaan flyover akan secara signifikan mengurangi kemacetan karena tidak lagi menggunakan lampu lalu lintas.
"Jadi langsung dari arah Ahmad Yani itu langsung naik-turun ke arah Jemur atau sebaliknya. Ya seperti Aloha di Sidoarjo, tidak macet karena ada perputaran di atas dan tidak ada traffic light. Kalau ada traffic, pasti ada kemacetan panjang," pungkasnya.
Diketahui, pembangunan flyover Bundaran Taman Pelangi direncanakan berlangsung pada akhir triwulan II atau triwulan III tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp 400 miliar. Pengerjaan akan dilakukan setelah kampung di tengah Jalan Ahmad Yani selesai diratakan.
(ihc/dpe)











































