Analisis Black Box Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh oleh KNKT Butuh 10 Hari

Kabar Daerah

Analisis Black Box Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh oleh KNKT Butuh 10 Hari

Sahrul Alim - detikJatim
Kamis, 22 Jan 2026 17:08 WIB
Penampakan black box pesawat ATR 42-500 di Posko SAR Pangkep. Muhammad Subhan/detiksulsel
Black box pesawat ATR 42-500 di Posko SAR Pangkep. (Foto: Muhammad Subhan/detiksulsel)
Surabaya -

Black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah diserahkan dan diterima Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KNKT menyatakan proses analisis data black box pesawat itu butuh waktu sekitar 10 hari.

"(Proses analisa data) 5 sampai 10 hari. Iya (untuk memastikan) hasilnya benar apa nggak," kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dilansir dari detikSulsel, Kamis (22/1/2026).

Soerjanto mengaku akan langsung membawa black box itu ke Jakarta usai serah terima dari Basarnas. Rekaman dalam black box akan dibuka untuk diunduh datanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita buka black box-nya, datanya nanti kita unduh, baru kita verifikasi data-datanya apakah baik atau tidak, setelah itu baru kita analis. Akan dibawa ke kantor kita (KNKT) di Jakarta," jelasnya.

Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii berharap KNKT bisa bekerja dengan lebih cepat menganalisis black box tersebut. Menurutnya, penemuan black box ini akan mengungkap tabir penyebab kecelakaan di udara ini.

ADVERTISEMENT

"Penemuan black box ini mudah-mudahan teman-teman KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan assesment, evaluasi terhadap kejadian kecelakaan yang sama-sama tidak kita harapkan ini," jelasnya.

Syafii juga memastikan operasi pencarian terhadap korban kecelakaan terus berlanjut. Masa pelaksanaan operasi dipertimbangkan untuk diperpanjang jika korban belum ditemukan pada hari ketujuh.

"Operasi ini terus kita laksanakan. Kita akan evaluasi pada hari ke 7 karena memang ketentuannya seperti itu dan keputusan diperpanjang berapa hari nanti kita sampaikan," imbuh Syafii.

Sebelumnya, black box atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 PK-THT ditemukan dalam operasi SAR hari kelima pada Rabu (21/1). Black box ditemukan di tebing dengan kedalaman 150 meter dari puncak.

"Dari puncak kami sudah diplot, ukur, kurang lebih 150 dari puncak," kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/1).

Dody menyampaikan, black box ditemukan dalam kondisi masih utuh. Alat yang ditemukan itu juga sudah dipastikan merupakan black box setelah diedukasi oleh KNKT.

"Kita doakan saja data-datanya masih aman. Itu intinya. Kalau teknisnya bukan bidang kami," ucapnya.

Artikel ini sudah tayang di detikSulsel dengan judul KNKT Butuh 10 Hari Analisa Data Black Box Pesawat ATR 42-500 PK-THT. Baca selengkapnya di sini.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads