Efisiensi Anggaran, Pemkab Malang Bakal Lelang Mobil Dinas Tua

Efisiensi Anggaran, Pemkab Malang Bakal Lelang Mobil Dinas Tua

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 21 Jan 2026 21:00 WIB
Mobil dinas di lingkungan Pemkab Malang
Mobil dinas di lingkungan Pemkab Malang (Foto: Istimewa)
Malang -

Langkah efesiensi anggaran tengah dilakukan Pemkab Malang. Pemkab Malang memutuskan untuk melelang ratusan mobil dinas tua atau tak layak pakai.

Rencananya kendaraan dinas yang akan dilelang itu sudah berusia di atas 15 tahun. Namun kapan lelang dilakukan, Pemkab Malang masih mengkaji terkait kebijakan tersebut.

Bupati Malang Sanusi mengatakan, banyak kendaraan dinas lama yang sudah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan. Tetapi masih tercatat sebagai aset daerah sehingga justru membebani pembukuan dan biaya perawatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, pihaknya berencana melelang mobil dinas tua dan tak layak pakai. Tim kaji tengah dibentuk untuk menyelesaikan proses tersebut.

ADVERTISEMENT

"Masih dibentuk tim, dikaji. Sementara ini, mobil dinas yang umurnya sudah 15 tahun ke atas akan kami lelang," ujar Sanusi kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Sanusi menyebut jumlah kendaraan dinas yang akan dilelang cukup besar, bahkan mencapai lebih dari 100 unit. Kendaraan tersebut tidak hanya mobil dinas, tetapi juga berbagai alat berat dan kendaraan operasional lainnya.

"Di gudang itu menumpuk, rusak. Itu yang harus kami selesaikan dulu. Bisa sampai 200 (jumlahnya). Ada bus rusak, truk rusak, ekskavator, sepeda motor, pokoknya mesin-mesin yang rusak," tegas Sanusi.

Menurut Sanusi, lelang dilakukan agar kendaraan menjadi aset Pemkab Malang tersebut tidak lagi membebani keuangan daerah. Langkah ini juga sebagai bentuk efesiensi anggaran.

"Supaya tidak membebani pembukuan dan pembiayaan. Itu langkah efisiensi, kami lelang saja," tuturnya.

Terkait wacana kebijakan sewa kendaraan untuk operasional dinas kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sanusi mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap setelah kajian selesai dilakukan.

"Ya nanti, berikutnya. Dilakukan secara bertahap," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads