Kisah Penumpang KA Majapahit Tempuh Perjalanan 34 Jam Malang-Jakarta

Kisah Penumpang KA Majapahit Tempuh Perjalanan 34 Jam Malang-Jakarta

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 21 Jan 2026 19:00 WIB
Kiriman warganet soal KA Majapahit jurusan Malang-Jakarta terhambat imbas banjir Pekalongan hingga tempuh perjalanan 34 jam.
Kiriman warganet soal KA Majapahit jurusan Malang-Jakarta terhambat imbas banjir Pekalongan hingga tempuh perjalanan 34 jam. (Foto: Tangkapan layar)
Kota Malang -

Banjir mengenangi lintasan kereta api di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Dampaknya, sejumlah perjalanan kereta api tujuan Jakarta dari Malang mengalami keterlambatan.

Salah satu KA yang mengalami keterlambatan adalah KA Majapahit dengan rute stasiun Malang menuju Pasar Senen. Para penumpang terpaksa menempuh perjalanan panjang meski akhirnya sampai juga di tujuan dengan waktu tempuh mencapai 34 jam.

Momen keterlambatan perjalanan KA Majapahit itu dibagikan salah satu penumpang, yakni Jessica. Ia bersama rekannya baru tiba di Jakarta kurang lebih selama 2 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Thank you KAI Majapahit MLG-JKT, Perjalanan 34 jam. 17/1/2026-17.50 sampai 19/1/2026-03.32," tulisnya melalui akun TikTok @jessicacahyadi seperti dilihat detikJatim, Rabu (21/1/2026).

Setelah diunggah, kisah yang dialami Jessica bersama rekannya pun menarik perhatian netizen. Sebagian mengungkapkan pengalaman yang sama dengan menempuh perjalanan hampir 30 jam.

ADVERTISEMENT

Kepada detikJatim, Jessica menceritakan bahwa dia menumpang KA Majapahit dengan tujuan Jakarta namun perjalanan kereta terjebak banjir di wilayah Pekalongan. Situasi itu yang membuat laju kereta terhambat.

"Kereta tujuan Malang ke Pasar Senen. Ada banjir di Pekalongan dan Sragi. Jadi itu yang buat kita terhambat perjalanannya," ujar Jessica.

Karena kereta terhenti lama, Jessica mengungkapkan bahwa stok makanan pun menipis dan hanya tersisa snack untuk bisa dimakan.

"Sampai-sampai kereta habis makanannya sisa Ciomy aja," katanya.

Meski begitu, Jessica mengaku PT KAI tanggap dengan kondisi yang terjadi. PT KAI terus membagikan snack dan minuman untuk bisa dikonsumsi penumpang.

"Tapi KAI dengan sangat bertanggung jawab, kami diberikan snack dan minuman untuk pertama kali. Di malam hari dapat 2 makanan berat beserta 2 air mineral," ceritanya.

Menurut Jessica selama perjalanan kereta terhambat karena banjir, PT KAI tidak meminta penumpang turun di tengah perjalanan. Namun tetap mengantar penumpang sampai tujuan meskipun harus menempuh selama 34 jam.

"Dan KAI tidak menurunkan kita di tengah perjalanan, mereka tetap dengan tanggung jawab mengantarkan kita sampai tujuan dengan aman," ucapnya.

Selain itu, bagi penumpang yang turun di sejumlah stasiun sebelum Stasiun Pekalongan, Pihak KAI memberikan kompensasi refund 100 persen kepada para penumpang. Jessica menilai kinerja pihak KAI cukup baik dalam mengatasi masalah ini.

"Mereka (KAI) ada berikan kompensasi refund 100 persen. jika mau turun di stasiun yang sebelum stasiun Pekalongan. Karena kita nunggu lama di stasiun sebelum Pekalongan," bebernya.

Setelah menunggu cukup lama, Jessica mengatakan KA Majapahit kemudian melanjutkan perjalanan hingga sampai di Pasar Senen pada 19 Januari 2026 sekitar pukul 03.32 WIB.

"Setelah kita tunggu sebentar dan sudah lancar kembali perjalanannya," pungkasnya.

Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 761 penumpang dari Stasiun Malang yang harus membatalkan perjalanan karena imbas banjir mulai Jumat (16/1/2026) hingga Selasa (20/1/2026).



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads