Sebanyak 4 ribu calon penumpang kereta api (KA) di stasiun wilayah KAI Daop 8 Surabaya membatalkan tiket perjalanan. Pembatalan ini dampak pascabanjir yang merendam jalur kereta api di lintas utara, meski saat ini perjalanan berangsur normal.
Saat ini, perjalanan kereta api secara bertahap mulai kembali normal usai terdampak banjir di beberapa titik wilayah Pekalongan. Sejak Jumat (16/1) KAI melakukan berbagai upaya percepatan penanganan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menjelaskan, banjir tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan KA sempat dibatalkan hingga mengalami keterlambatan. Kini, lintas terdampak dapat kembali dilalui secara bertahap dan dengan kecepatan terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Daop 8 Surabaya, penumpang yang membatalkan tiket imbas banjir di Pekalongan, Selasa (20/1/2026), pukul 12.00 WIB sebanyak 205 orang. Total kumulatif yang membatalkan tiket sejak Jumat (16/1) sampai siang ini sebanyak 4.632 orang.
"Mulai hari ini, Selasa (20/1) perjalanan KA berangsur normal seiring dengan selesainya proses penanganan prasarana di wilayah Pekalongan. Namun, terdapat satu keberangkatan KA dari Daop 8 Surabaya yang masih dibatalkan, sebagai dampak masih adanya keterlambatan dan mengingat rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya. Seluruh langkah yang kami lakukan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama," jelas Mahendro, Selasa (20/1/2026).
Adapun satu keberangkatan KA yang dibatalkan KA (7001A) Gajayana Tambahan, relasi Malang-Gambir dengan jadwal keberangkatan pukul 18.25 WIB. Hingga terkini pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 3 perjalanan kereta api menuju Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan.
Ketiga KA tersebut ialah 2 KA terlambat datang di Stasiun Surabaya Pasarturi dan 1 KA terlambat datang di Stasiun Malang dengan rentang keterlambatan rata-rata 52 menit.
"Selain pembatalan perjalanan KA, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan optimalisasi rangkaian kereta guna menyesuaikan kondisi di lapangan, di mana pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan pada KA yang masih beroperasi serta mempercepat pemulihan perjalanan setelah kondisi jalur dinyatakan aman," katanya.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyaman yang terjadi akibat situasi ini. Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kemudahan layanan bagi pelanggan yang terdampak berupa pengembalian bea tiket secara penuh atau penjadwalan ulang perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pelanggan yang telah memiliki tiket untuk KA yang dibatalkan dapat melakukan refund 100% di luar biaya pemesanan, atau melakukan reschedule tanpa biaya tambahan. Proses tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121," pungkasnya.
