Mengenal Festival Chong Yang Jie dalam Tradisi Tionghoa

Mengenal Festival Chong Yang Jie dalam Tradisi Tionghoa

Chilyah Auliya - detikJatim
Kamis, 22 Jan 2026 04:00 WIB
Ilustrasi Arti Kiong Hi dalam Perayaan Imlek
Ilustrasi tradisi Tionghoa/Foto: Thinkstock
Surabaya -

Setiap tahun, saat tanggal 9 bulan 9 kalender lunar tiba, masyarakat Tionghoa memperingati Festival Chong Yang Jie. Ini adalah sebuah tradisi lama yang telah hidup lintas generasi. Pada tahun 2026, tradisi ini akan dirayakan pada 18 Oktober.

Di balik ritualnya, Chong Yang menyimpan kisah tentang usia panjang, penghormatan kepada leluhur, dan hubungan manusia dengan alam. Nilai-nilai inilah yang membuat festival ini tetap dirayakan hingga kini, bahkan di tengah perubahan zaman.

Makna di Balik Nama "Chong Yang"

Secara etimologi, Chong Yang berarti "Yang Ganda". Dalam filosofi kuno Yi Jing, angka 9 adalah angka tertinggi yang mewakili unsur Yang. Unsur Yang ini memuat sifat seperti maskulin, terang, dan positif. Ketika angka 9 bertemu di tanggal dan bulan yang sama, energi positif tersebut dianggap mencapai puncaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, energi yang terlalu meluap juga dipercaya membawa risiko ketidakseimbangan. Oleh karena itu, para leluhur menciptakan serangkaian tradisi untuk menyelaraskan energi tersebut, mengubahnya menjadi tradisi untuk memohon keselamatan dan umur panjang.

Asal Usul Festival Chong Yang

Akar sejarah festival ini menjalar jauh hingga Periode Negara Berperang (Warring States Period), namun kisah yang paling membekas adalah legenda pemuda bernama Hengjing dari Dinasti Han.

ADVERTISEMENT

Kisahnya, dahulu di sebuah desa dekat Sungai Ru He (汝河), muncul makhluk jahat bernama Wen Mo (瘟魔) yang menyebarkan wabah penyakit mematikan, menyebabkan banyak kematian. Untuk menemukan solusi atas wabah tersebut, Heng Jing, murid seorang petapa pergi mendaki gunung untuk belajar cara mengalahkan monster Wen Mo.

Gurunya memperingatkan bahwa Wen Mo akan muncul pada hari ke-9 bulan ke-9, dan memberi petunjuk bahwa warga harus mendaki gunung tinggi, memakai daun zhuyu (tanaman penolak roh jahat), dan minum anggur krisan untuk menghindari racun monster.

Heng Jing lalu memimpin desa melakukannya, sehingga mereka selamat saat Wen Mo naik gunung. Monster itu terhenti oleh aroma zhuyu dan anggur, lalu dikalahkan oleh Heng Jing dengan pedangnya.

Apa Saja Ritual Saat Festival Chong Yang?

Legenda Heng Jing tersebut lah yang membentuk ritual utama Festival Chong Yang. Dimana masyarakat Tiongkok, ramai melakukan kegiatan seperti:

1. Mendaki Gunung

Deng Gao atau mendaki gunung untuk menghindari wabah. Ritual ini juga dianggap sebagai simbol untuk mendaki derajat kehidupan yang lebih tinggi dan menjauhkan diri dari kesialan.

2. Memakai Zhuyu dan Krisan serta Minum Anggur

Memakai daun zhuyu atau bunga krisan di rambut atau pakaian untuk mengusir roh jahat. Sementara minum anggur krisan diyakini bisa melindungi diri dari racun dan penyakit.

3. Makan Kue Chong Yang

Makan kue Chong Yang, kue ini adalah kue ketan berlapis sembilan dan berbentuk mirip pagoda dengan topping kurma, kacang, dan bendera merah.

Hal ini dilakukan karena pelafalan kue (gao) mirip dengan kata "tinggi", menyantap kue lapis ini adalah doa agar seseorang mencapai pencapaian yang lebih tinggi atau kesuksesan dalam hidup.

4. Berziarah

Kedatangan bulan kesembilan menandakan transisi menuju musim dingin. Secara tradisional, keluarga mengunjungi makam leluhur untuk memberikan persembahan berupa pakaian musim dingin dari kertas sebagai tanda bakti yang tak terputus.

Berevolusi Menjadi Perayaan untuk Lansia

Kini, Festival Chong Yang berevolusi menjadi perayaan lansia karena makna simbolis umur panjang yang melekat pada ritualnya.

Pada 1989, Dewan Negara Tiongkok menetapkan 9/9 lunar sebagai "Hari Lansia Nasional" (老年节). Festival ini menjadi ajang untuk mempromosikan nilai-nilai kasih sayang dan bakti (filial piety).

Ini adalah momen bagi detikers untuk kembali ke rumah, menghargai kebijakan para lansia, dan memperkuat ikatan keluarga.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads