Mengapa Tak Boleh Sapu Rumah di Hari Pertama Imlek?

Mengapa Tak Boleh Sapu Rumah di Hari Pertama Imlek?

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 20 Jan 2026 14:15 WIB
Mengapa Tak Boleh Sapu Rumah di Hari Pertama Imlek?
Ilustrasi menyapu rumah saat Imlek. Foto: Pressfoto/Freepik
Surabaya -

Perayaan Imlek selalu lekat dengan berbagai tradisi dan pantangan yang diwariskan turun-temurun. Salah satu yang paling dikenal adalah larangan menyapu rumah pada hari pertama Imlek.

Bagi sebagian orang, ini terdengar aneh atau bahkan tidak masuk akal. Tapi, jika ditelusuri lebih dalam, larangan ini menyimpan makna filosofis dan logis yang berakar dari tradisi, simbolisme, hingga psikologi.

Asal-usul Pantangan Menyapu Saat Imlek

Larangan menyapu saat Imlek berakar dari tradisi masyarakat Tionghoa sejak masa agraris kuno, ketika keberuntungan dan hasil panen sangat dihargai. Hari pertama Imlek diyakini sebagai momen awal masuknya rezeki dan keberkahan untuk tahun yang baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyapu pada hari tersebut dipercaya sama halnya dengan membuang keberuntungan yang baru datang. Karena itu, berbagai aktivitas yang dianggap dapat mengusir energi baik dihindari, termasuk menyapu rumah dan membuang sampah.

Rezeki sendiri tidak hanya dimaknai secara material, tetapi juga mencakup keberkahan berupa kesehatan, hubungan harmonis, hingga datangnya kesempatan baik. Oleh sebab itu, menyapu dianggap bertentangan dengan semangat perayaan Imlek yang berfokus pada menyambut kebaikan.

ADVERTISEMENT

Dalam feng shui, hari pertama Imlek dipandang sebagai momen penting untuk menyambut chi atau energi positif ke dalam rumah. Aktivitas menyapu diyakini dapat mengganggu, bahkan mengusir aliran chi baik yang baru saja masuk.

10 Pantangan Lain Saat Imlek

Selain larangan menyapu rumah di hari pertama Imlek, terdapat berbagai pantangan lain yang dipercaya dapat berpengaruh terhadap keberuntungan di tahun yang baru. Berikut 10 pantangan saat Imlek.

1. Menghindari Kata-kata Bermakna Negatif

Dilarang bercakap-cakap menggunakan kata seperti "putus", "habis", "sakit", atau "miskin". Secara psikologis, mengawali tahun dengan kata-kata positif akan membangun optimisme sepanjang tahun.

2. Pantang Minum Obat atau ke Rumah Sakit kecuali Keadaan Darurat

Pergi ke rumah sakit atau minum obat di hari pertama Imlek, justru dipercaya bisa membuat seseorang sulit sembuh atau sering sakit-sakitan sepanjang tahun. Meski begitu, jika keadaan darurat terjadi dan mengharuskan ke rumah sakit, pantangan ini boleh dilanggar.

3. Tidak Memecahkan Benda

Memecahkan piring, gelas, atau keramik dianggap sebagai pertanda retaknya hubungan atau hilangnya rezeki. Jika tak sengaja pecah, pecahannya harus dibungkus kain merah dan dibuang pada hari kelima.

4. Menunda Cuci Pakaian

Dua hari pertama Imlek dianggap sebagai hari ulang tahun Dewa Air. Mencuci pakaian pada hari-hari tersebut dianggap sebagai bentuk penghinaan atau pengusiran kepada dewa tersebut.

5. Dilarang Menangis

Menangis di hari pertama tahun baru China atau Imlek dipercaya akan mendatangkan penyakit dan kemalangan. Pantangan ini juga bertujuan menjaga suasana hati tetap ceria di awal tahun.

6. Hindari Pinjam Meminjam Barang/Uang

Meminjam uang atau barang saat Imlek dianggap sebagai pertanda buruk bagi kondisi ekonomi. Lebih jauh, hal ini dinilai melambangkan ketergantungan finansial di masa depan.

7. Tidak Menggunakan Benda Tajam (Gunting dan Jarum)

Penggunaan gunting atau jarum dipercaya bisa memicu pertengkaran dengan orang lain atau perselisihan dalam keluarga. Oleh karena itu, Imlek tidak boleh diisi dengan kegiatan yang berhubungan dengan benda tajam.

8. Wadah Beras Tidak Boleh Kosong

Mengisi penuh wadah beras saat perayaan Imlek melambangkan kemakmuran. Sebaliknya, wadah yang kosong dipercaya sebagai pertanda kelaparan atau kekurangan di waktu dekat.

9. Jangan Makan Bubur untuk Sarapan

Bubur sering dikaitkan dengan masa sulit atau kemiskinan di masa lampau. Sehingga, menyantap bubur untuk sarapan Imlek dianggap bisa menghalangi datangnya kekayaan.

10. Hindari Mengenakan Pakaian Hitam atau Putih

Dalam tradisi Tionghoa, hitam dan putih adalah simbol berkabung. Saat Imlek, disarankan memakai warna cerah seperti merah yang melambangkan kegembiraan dan keberuntungan.

Tradisi Imlek ternyata memiliki begitu banyak pantangan, sekaligus pemaknaan. Meskipun detikers tidak sepenuhnya mempercayai aspek mistisnya, memaknai pantangan ini secara logis tetap bisa membawa nilai positif dalam merayakan tahun baru dengan penuh harapan dan keharmonisan.




(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads