Inda Raya Ayu Miko Saputri, Wakil Wali Kota Madiun periode 2019-2024, ikut bersuara setelah Wali Kota Madiun Maidi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Inda yang pernah mendampingi Maidi selama satu periode diketahui sempat pecah kongsi. Hubungan keduanya merenggang setelah Maidi memilih F. Bagus Panuntun sebagai pasangan dalam Pilkada 2024.
Melalui cuitan di media sosial Facebook, Inda menyampaikan doa dan sikapnya terhadap proses hukum yang kini dijalani Maidi. Ia menilai, apa yang terjadi merupakan suratan takdir yang harus dihadapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikJatim sudah meminta izin Inda untuk mengutip cuitannya, Inda pun mempersilakan.
"Sebagai seorang yang pernah bekerja bersama beliau, saya mendoakan beliau agar baik-baik saja apapun kondisinya. Bahwa yang terbaik tentu bukan tanpa cela, tapi jelas lebih baik ada yang terbaik dengan cela daripada tidak ada sama sekali," tulis Inda.
"Bukan untuk dicerca, bukan pula untuk dipuji, apa yang terjadi sudah menjadi suratan takdir yang harus dijalani. Proses hukum tetap harus berjalan, sudah pada porsinya," imbuhnya.
Mewakili rakyat Kota Madiun, Inda juga berharap beberapa hal.
"Kita sebagai masyarakat Kota Madiun, mengingat kebaikan beliau tidak ada ruginya, memaafkan khilafnya juga tidak ada salahnya. Semoga kebenaran dan keadilan dapat tegak dengan sebaik-baiknya. Tetap sehat dan semangat Bapak π. #indaraya," imbuhnya.
Unggahan tersebut telah dilihat ribuan pengguna Facebook dan memicu beragam tanggapan warganet, baik yang pro maupun kontra terhadap Maidi.
"Meski Saya Bukan Warga Kota Madiun tetapi ikut Bangga dengan pembangunan Kota Madiun dan Bangga dengan Bpk. Maidi ... eh ternyata ????? Untuk Bu Inda Raya Saputri salam Hormat dan Sehat Selalu," tulis akun Ndaru Kembar.
"Apapun itu jika asli orang baik pasti tidak mau korupsi karna saya yakin mereka orang2 cerdas dan tau mana yg punya dia dan mana yang punya orang lain. JIKA TERBUKTI KORUPSI SUDAH TIDAK BISA DI BENARKAN.!!!" tambah Nanang Buffalo.
"Panas setahun diguyur hujan sehari," tulis Alexander Miracle.
"Korupsi memang tdk dpt dibenarkan, tp kita tidak bisa tutup mata atas kerja keras beliau selama ini mengubah wajah kota madiun yg dulu tak terngiang namanya kini menjadi tersohor krn destinasi wisata tengah kota..." tulis Ayyu Lestari.
"Semuanya itu pasti ada balasanya bu..." tulis Fian Uzn.
"Trlepas dri ott,, sy sangat bangga dgn pembangunan madiun kota yg trlihat jelas di tangan beliau..." tulis Wendy Rega Gumelar.
"Saya yang orang tua ku asli Madiun... Semoga Beliau Pak Mahidi sehat dan kembali memimpin Madiun," tulis Iin Wati.
Sementara itu, KPK menyatakan telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan tiga tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti.
"Ketiga tersangka itu yakni saudara MD Wali Kota Madiun periode 2002-2030, RR selaku pihak swasta atau kepercayaan saudara MD, dan saudara TR selaku kepala dinas PUPR kota Madiun," ujar Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, dalam siaran langsung YouTube KPK, Selasa (20/1/2026).
KPK juga mengungkap adanya penyimpangan dalam tata kelola tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) yang tidak dilakukan secara kredibel dalam kasus dugaan korupsi tersebut.
(dpe/hil)
