Pembongkaran kampung tengah di bundaran Taman Pelangi atau Kampung Jemursari I untuk keperluan pembangunan Flyover Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Proyek pengurai kepadatan lalu lintas di Bundaran Dolog atau Bundaran Taman Pelangi ini ditargetkan tuntas 2027.
Terpantau sudah beberapa hari ini bangunan rumah di kampung tengah Ahmad Yani sebagian besar sudah rata dengan tanah. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun sudah menyatakan bahwa setelah pembongkaran kampung tengah itu pembangunan Flyover bisa segera dilakukan.
Eri mengatakan bahwa sesuai dengan rencana yang ada, pembangunan proyek Flyover Jalan Ahmad Yani itu akan digarap akhir triwulan pertama atau triwulan kedua 2026 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insyaallah kemarin Kementerian PU sudah merencanakan. Karena di sini simpulnya macet di sini," kata Eri.
Dia juga menyebutkan bahwa pembangunan flyover yang direncanakan akan menelan anggaran mencapai kurang lebih Rp 400 miliar itu ditargetkan akan tuntas pada 2027.
"Tapi yang terpenting di titik ini segera bisa dilakukan pembangunan, sehingga kemacetan di simpul yang paling parah ini bisa terselesaikan," jelasnya.
Mengenai desain flyover tersebut, Eri mengatakan bahwa pihaknya juga telah mendiskusikannya dengan Kementerian PU. Bila sudah disepakati desain itu bisa segera dikerjakan.
Diketahui, kampung di tengah Jalan Ahmad Yani Surabaya mulai dibongkar sejak akhir Agustus 2025 untuk pembangunan flyover. Ada 29 persil di kampung itu dengan total ganti rugi sesuai appraisal yang dikeluarkan Pemkot Surabaya kurang lebih mencapai Rp 83 miliar.
Dari pantauan detikJatim, kampung tengah Jalan Ahmad Yani sudah dirobohkan dan hanya menyisakan satu bangunan saja. Tumpukan sisa bangunan masih ada yang menggunung.
Kemarin, 21 Januari 2026, terlihat alat berat dan mobil pikap pengangkut sisa bangunan di sekitar lokasi. Sejumlah orang juga terlihat bekerja di area itu untuk membersihkan puing-puing bangunan yang telah dihancurkan.
Kampung yang dulu ramai warga meski di tengah jalan itu kini sepi. Aktivitas warga yang sebelumnya ada sekarang menjadi kegiatan pekerja yang membersihkan sisa bangunan roboh.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Iman Krestian mengatakan, memang ada sisa satu bangunan sisa untuk gudang.
"Itu (satu bangunan) disisakan buat direksi dan gudang satgas. Bisa dibongkar juga sebenarnya," kata Iman saat dihubungi detikJatim.
(ihc/dpe)
