Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Jembatan di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, lagi-lagi dijadikan lokasi percobaan bunuh diri. Beruntung, korban selamat meski mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
Peristiwa ini mengawali kisah pilu di awal tahun 2026. Sebelumnya, jembatan Suhat telah beberapa kali menjadi lokasi orang mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari atas jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui adalah salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri berinisial TA. Ia berasal dari Jakarta.
Perempuan berusia 25 tahun itu, nekat meloncat dari atas jembatan pada Senin (19/1/2026), dini hari. Warga yang mengetahui kejadian itu bergegas mencari korban di bawah jembatan. Korban ditemukan masih bernyawa dengan luka di beberapa bagian tubuh.
"Pas saya lihat dari atas sudah nggak sadarkan diri sih, tapi kabarnya ada yang lihat juga korban masih gerak setelah terjun," ujar salah satu saksi mata, Pewe, Senin (19/1/2026).
Pewe mengaku sempat berhenti setelah melihat kerumunan warga di sekitar jembatan. Saat itu ia tengah dalam perjalanan dari Malang menuju Kota Batu.
"Saya dari Malang otw mau pulang ke Batu lewat Jembatan Suhat ada rame-rame. Terus berhenti tanya orang di situ ada apa. Ternyata bunuh diri. Terus saya videoin pas pencarian korban, sudah ketemu korbannya saya lihat dari atas jembatan tapi ngga berani video," lanjutnya.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh pengguna jalan sekitar pukul 00.30 WIB.
"Pengguna jalan awal yang mengetahui sekitar pukul 00.30 WIB saat melintas di lokasi. Saksi melihat seseorang yang menjatuhkan diri dari atas jembatan," ujar Anang kepada detikJatim.
Melihat ada orang yang melompat dari atas jembatan, saksi kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas bersama tim medis kemudian mendatangi lokasi kejadian.
"Saat tiba di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi masih hidup. Dari pengecekan korban diperkirakan mengalami korban luka patah tulang di bagian tangan kanan," kata Anang.
Tim medis bersama relawan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis.
Bersamaan, petugas kepolisian menghubungi keluarga korban untuk memberikan kabar mengenai peristiwa tersebut.
"Korban masih di rawat IGD RSSA. Petugas juga berusaha mencari atau menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta," kata Anang.
Berdasarkan catatan Polsek Lowokwaru, ada lima kali kejadian bunuh diri di jembatan Suhat di sepanjang tahun 2025 lalu. Korban disebut mayoritas adalah mahasiswa.
"Tahun kemarin ada 5 kali kejadian, semuanya mahasiswa," pungkas Anang.
