Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu sore hingga malam, Sabtu (17/1/2026), mengakibatkan banjir di tujuh kecamatan. Luapan air merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 1 meter hingga mencapai 1,5 meter.
Tingginya genangan air membuat warga panik dan terpaksa melakukan evakuasi darurat, terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia dan bayi. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah berada di Dusun Bibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih. Luapan sungai setempat merendam rumah-rumah warga hingga setinggi 1,5 meter, memaksa mereka menyelamatkan diri secepat mungkin.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga mengevakuasi lansia dan anak-anak menggunakan perahu milik nelayan setempat. Air yang naik dengan cepat membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Mereka hanya memprioritaskan keselamatan diri serta mengevakuasi hewan ternak seperti kambing dan sapi ke tempat yang lebih aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya keluar cari tempat yang lebih tinggi dan berdiri cukup lama. Air naik pelan-pelan tapi terus bertambah. Yang paling parah di sebelah barat dekat sungai. Baru bisa dievakuasi pakai perahu nelayan warga sini," ujar Suni, salah satu warga terdampak.
Hal serupa disampaikan Khamid, warga Dusun Bibis lainnya. Ia mengaku banjir datang begitu cepat sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya.
"Sampai rumah air sudah setinggi leher, sekitar 1,5 meter. Semua harta tidak tertolong. Tadi tidak ada petugas, murni warga yang mengevakuasi," ungkap Khamid.
Hewan ternak warga ikut mengungsi karna terimbas banjir Foto: M. Rofiq/ detikjatim |
Kepala Desa Lemah Kembar, Hariyanto, mengatakan banjir memang kerap terjadi setiap tahun di wilayahnya. Namun, banjir pada 2026 ini disebut sebagai yang terparah. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 65 rumah dengan total 150 jiwa di Dusun Bibis terdampak banjir.
"Desa kami memang langganan banjir, tapi tahun 2026 ini paling besar. Warga mengungsi ke rumah saudara. Kami berharap ada bantuan sandang dan pangan dari pemerintah daerah, bahkan jika memungkinkan dilakukan relokasi, khususnya warga yang tinggal dekat sungai," kata Hariyanto.
Selain Kecamatan Sumberasih, banjir juga melanda Kecamatan Tongas, Besuk, Krejengan, Kraksaan, Maron, dan Gading. Dampak banjir tak hanya dirasakan di wilayah kabupaten. Di Kota Probolinggo, sejumlah ruas jalan protokol turut tergenang air.
Ruas jalan Probolinggo tergenang banjir Foto: M. Rofiq/ detikjatim |
Akibat genangan tersebut, arus lalu lintas dari arah Kota Probolinggo menuju Kota Pasuruan mengalami kemacetan, terutama di beberapa titik jalan utama yang terendam banjir.
(ihc/dpe)


