Waspada Cuaca Ekstrem Ancam Jatim hingga 20 Januari 2026

Waspada Cuaca Ekstrem Ancam Jatim hingga 20 Januari 2026

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 11 Jan 2026 09:47 WIB
Waspada Cuaca Ekstrem Ancam Jatim hingga 20 Januari 2026
Ilustrasi cuaca/Foto: ChatGPT
Surabaya -

BMKG menyampaikan peringatan waspada cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Peringatan ini berlaku pada 11-20 Januari 2026.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menyebut, selama 10 hari ke depan diperkirakan dapat terjadi cuaca ekstrem yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat. Hal itu dipicu sejumlah faktor.

Saat ini, hampir sebagian besar wilayah Jatim telah memasuki puncak musim hujan. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga timbul karena dampak Monsun Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur, suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif," jelas Taufiq, Minggu (11/1/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun wilayah yang harus waspada meliputi Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kota Kediri, Kabupaten Magetan, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Bojonegoro.

Selanjutnya di Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Probolinggo.

Begitupun di Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Gresik.

Terakhir, wilayah yang juga berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut antara lain Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kota Madiun, serta Kabupaten Pacitan.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat maupun pemerintah waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga berkurangnya jarak pandang juga perlu diwaspadai. Terutama di wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing.

"Masyarakat juga diimbau memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website serta informasi peringatan dini 3 harian serta peringatan dini setiap 2-3 jam ke depan yang dibagikan BMKG Juanda," imbaunya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads