Tanah Gerak di Pamekasan Tutup Total Jalan Desa dan Rusak 16 Rumah

Tanah Gerak di Pamekasan Tutup Total Jalan Desa dan Rusak 16 Rumah

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Sabtu, 17 Jan 2026 17:20 WIB
Tim BPBD memantau akses jalan yang tidak bisa dilewatiΒ akibat tanah gerak.
Tim BPBD memantau akses jalan yang tidak bisa dilewatiΒ akibat tanah gerak. (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim)
Pamekasan -

Bencana tanah gerak melanda Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Selain merusak belasan rumah warga, peristiwa ini juga menyebabkan akses Jalan Desa tertutup total dan tidak dapat dilalui.

Jalan desa sepanjang kurang lebih 100 meter yang sebelumnya hanya mengalami retak-retak kini terdorong pergerakan tanah hingga bergeser ke area persawahan.

Akibatnya, badan jalan rusak parah dan tidak lagi berbentuk sehingga tidak bisa dilintasi. Padahal jalan itu merupakan jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sana Daya dengan Desa Sanah Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya Laporan awal menyebutkan jalan yang sempat retak-retak sekarang sudah tidak bisa dilewati warga. Gundukan tanah mulai menumpuk, bahkan jalan terdorong ke persawahan dan sudah tidak terbentuk lagi," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Sabtu (17/1/2026).

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 15.59 WIB, bencana tanah gerak telah merusak 16 rumah warga. Sebagian rumah mengalami retak serius, sementara lainnya dinilai tidak aman untuk dihuni.

ADVERTISEMENT

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga dan tetangga terdekat sambil menyelamatkan barang-barang penting mereka.

Selain berpotensi terjadi longsor susulan, warga juga diliputi kecemasan karena lokasi tanah gerak berada di kawasan perbukitan. Di atas bukit itu ada bongkahan batu besar yang dikhawatirkan bisa jatuh sewaktu-waktu dan mengancam pemukiman di bawahnya.

Hingga saat ini, BPBD Pamekasan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut serta memastikan keselamatan warga terdampak.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads