Tanah gerak yang melanda Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan semakin meluas. Data sementara BPBD Pamekasan menyebutkan tanah gerak berdampak pada 2 dusun dan menyebabkan sedikitnya 10 rumah warga rusak berat.
BPBD Pamekasan menyatakan ada dugaan kuat bahwa bencana tanah gerak ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah utara Pamekasan selama beberapa hari terakhir.
Kondisi tanah yang labil membuat pergerakan tanah terus berlangsung hingga mengancam keselamatan warga di 2 dusun di Desa Sana Daya. Kedua dusun itu adalah Dusun Barat Gunung dan Dusun Paseset Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Dusun Barat Gunung ada 2 lokasi terdampak. Setidaknya ada 3 rumah warga di dusun ini yang terdampak tanah gerak. Salah satunya adalah rumah milik warga bernama Bustamianto. Rumah itu rusak berat di bagian musala dan kamar mandi.
Selain rumah Bustamino, ada juga warga lain yakni Moh Ali Hosnan yang rumahnya mengalami kerusakan berat di bagian dapur dengan retakan kurang lebih sepanjang 35 meter, lebar 15 meter, dan kedalaman mencapai 1,5 meter.
Bukan hanya itu, ada juga rumah milik Samsyuddin yang mengalami kerusakan ringan pada bagian musala dengan panjang retakan kurang lebih 15 meter, lebar kurang lebih 10 meter, dan kedalaman kurang lebih 2 meter.
Rumah warga yang rusak akibat tanah gerak di Pamekasan. (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim) |
Kerusakan terparah akibat tanah gerak di Desa Sana Daya terjadi di Dusun Paseset Timur. Setidaknya ada 13 rumah warga yang terdampak tanah gerak. Yakni rumah milik warga bernama Baisuni, Asmu'i, Siwa, Molyadi, Toyo, Samsuddin, Irsyad, Ja'in, Suhardi, Buani, Rusli, Fathor Rahman, dan Abd Aziz.
Secara keseluruhan di 2 dusun terdampak tercatat ada 10 rumah warga yang rusak berat. Di dalam 10 rumah yang rusak berat itu terdata ada sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat mereka.
Data BPBD menyebutkan bahwa luas area terdampak tanah gerak ini secara keseluruhan mencapai 3.483 meter persegi. Warga di lokasi terdampak meski rumahnya tidak rusak diminta untuk mengungsi demi mengantisipasi kerusakan yang lebih parah karena tanah gerak masih terjadi.
"Ini sudah parah. Banyak rumah warga mengalami rusak berat. Masyarakat kami minta untuk segera mengosongkan lokasi tersebut karena selain muncul retakan tanah, wilayah ini juga sangat rawan longsor jika hujan turun," kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Sabtu (17/1/2026).
Dhofir menambahkan bahwa BPBD Pamekasan akan segera menyiapkan tenda pengungsian demi menjamin keamanan warga terdampak. Sebab, kata dia, tanah gerak yang terjadi tidak hanya merusak rumah tetapi juga berdampak pada infrastruktur.
Dari 3 titik lokasi terdampak, jalan desa yang sebelumnya sempat dilaporkan mengalami retak kini tertutup total dan tidak dapat dilalui. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari lokasi rawan, serta segera melapor jika terjadi pergerakan tanah susulan.
(ihc/dpe)












































