Atap SDN di Probolinggo Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras

Atap SDN di Probolinggo Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 16 Jan 2026 17:45 WIB
Atap SDN di Probolinggo ambruk
Atap SDN di Probolinggo ambruk (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Dua atap gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberkare 01, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, ambruk akibat hujan deras yang terus mengguyur disertai kondisi kayu penyangga atap yang lapuk dimakan rayap. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/1/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar karena seluruh siswa dan guru telah pulang ke rumah masing-masing.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, akibat ambruknya atap tersebut, tiga ruang kelas yakni kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 terpaksa dikosongkan dan tidak lagi digunakan untuk sementara waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Material atap yang runtuh menimpa sejumlah fasilitas sekolah, seperti meja, kursi, serta perlengkapan penunjang proses belajar mengajar sehingga mengalami kerusakan cukup parah.

ADVERTISEMENT

Syariva Zahra, siswi kelas 6 SDN Sumberkare 01, mengatakan atap gedung sekolah tiba-tiba ambruk meski saat itu hujan sudah reda.

"Kemarin jam empat sore kejadiannya, pas sudah pulang semua. Tidak hujan, tapi sebelumnya hujan. Tiba-tiba ambruk, kelas 2 sama kelas 3. Kami berharap segera dibangun dan diperbaiki biar sekolahnya aman dan tidak ketakutan, apalagi kalau hujan besar," ujarnya, Jumat (16/1/2026).

Karena dikhawatirkan terjadi ambruk susulan, petugas gabungan yang datang ke lokasi langsung memasang garis bahaya dan menutup area tiga ruang kelas tersebut agar tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Heri Tjahjono, menjelaskan bahwa gedung sekolah yang dibangun pada tahun 2019 tersebut sudah tidak layak digunakan pada beberapa bagian. Pihaknya pun telah mengambil langkah pengamanan sejak malam kejadian.

"Ruang itu ada tiga kelas, yang tengah ambruk dan dua kelas di samping ikut tertarik. Kebetulan kejadiannya sore hari sehingga tidak ada murid. Tidak ada korban, hanya kerusakan fisik," kata Heri.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 dialihkan ke ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, serta ruangan lain yang masih aman digunakan.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo telah mengusulkan relokasi dan revitalisasi gedung SDN Sumberkare 01 melalui program Kementerian Pendidikan RI.

"Alhamdulillah, tahun ini sudah diusulkan melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan bidang dasar dan menengah. Harapan kami bisa segera terealisasi," tambahnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ambruknya atap sekolah ini menimbulkan trauma dan rasa takut di kalangan siswa.

Mereka berharap pemerintah daerah segera merealisasikan relokasi dan perbaikan gedung agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan aman.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads