Pemuda Peduli Desa (Papeda) mempertanyakan realisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sampang Sarana Shorebase (PT SSS). Mereka menilai perusahaan BUMD tersebut tidak transparan dalam penyalurannya.
Sekretaris Papeda Rosi mengaku tidak pernah menerima informasi secara utuh soal penyaluran dana CSR dari PT SSS. Menurutnya, hal itu patut dipertanyakan karena setiap perusahaan wajib menyalurkan kepada masyarakat.
"Yang jadi pertanyaan kami, direktur mengeklaim telah menyalurkan CSR-nya, tapi kami belum pernah tahu itu," ujar Rosi, Jumat (16/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosi mengatakan pihaknya ingin mendapatkan informasi CSR yang disalurkan PT SSS secara rinci. Menurutnya, realisasi program itu bukan sebatas pernyataan telah disalurkan, namun harus lengkap datanya.
"Bentuk programnya apa saja, dan nominalnya berapa. Seperti halnya kegiatan petik laut, seperti apa bentuk kontribusinya. Karena kami belum pernah mendengarnya," pungkasnya.
Karena tidak bisa mendapatkan informasi secara utuh terkait realisasi CSR PT SSS, Papeda akan menyurati PT GSM sebagai induk perusahaan BUMD tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT SSS Insiyatun menyatakan telah merealisasikan program CSR perusahaannya dalam beberapa kegiatan. Realisasi CSR itu dilaksanakan sesuai regulasi dan ketentuan perusahaan.
"Program (CS) kami, di antaranya ada penanaman mangrove, penyaluran hewan kurban, dan kegiatan petik laut di Desa Darma Camplong. Sesuai ketentuan, 2-4 persen penghasilan perusahaan rutin kami keluarkan untuk CSR," ungkapnya.
Insiyatun menegaskan, pihaknya hanya dapat menunjukkan dokumentasi sebagai bukti realisasi CSR-nya. Tetapi, ia tidak bisa menyampaikan kegiatannya secara detail kepada masyarakat umum karena terbentur aturan perusahaan.
"Yang jelas, kami punya bukti proposalnya. Tetapi untuk detailnya, kami hanya dapat menyampaikannya kepada pemilik saham, termasuk PT GSM sebagai holding perusahaan kami," tandasnya.
(auh/irb)











































