Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pria asal Sumatera Selatan tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Gumarang di jalur ganda rel Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (15/1/2026) pagi sekitar pukul 06.15 WIB.
Korban diketahui bernama Indra Saputra (28), warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Sebelum tertabrak kereta, korban sempat terlihat berjalan di sekitar jalur rel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pria tadi itu diketahui jalan di dekat rel dan tertabrak KA. Kayaknya ada yang jatuh kalau dari kejauhan tadi," tutur salah satu warga, Tamrin, Kamis (15/1/2026).
Peristiwa tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke Polsek Kalitidu. Petugas kepolisian bersama tim medis dan Inafis Polres Bojonegoro segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.
Kapolsek Kalitidu AKP Saifudinuri mengatakan, korban tertabrak KA 164 Gumarang relasi Pasar Senen-Pasar Turi Surabaya dengan nomor lokomotif CC 2018301 di kilometer 108+1/2 petak jalan Tobo-Kalitidu.
"Posisi korban berada di selokan dengan jarak sekitar 10 meter dari jalur rel kereta api," jelas Saifudinuri.
Menurutnya, korban diketahui sudah beberapa hari berada di Desa Talok dan sempat terlihat tidur di sebuah warung sebelum kejadian.
"Pria yang masih bujang ini sudah beberapa hari tinggal di warung Desa Talok. Kita juga sudah kordinasi dengan keluarga untuk proses selanjutnya," imbuh Saifudinuri.
Saat ditemukan, korban mengenakan hoodie cokelat, kaos hitam, dan celana kain hitam. Dari saku celananya, polisi menemukan uang tunai Rp22 ribu, satu bungkus rokok, korek api, serta sebuah tas ransel berisi telepon seluler.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan visum dan identifikasi. Pihak keluarga memutuskan jenazah dimakamkan di Bojonegoro karena keterbatasan biaya pemulangan ke daerah asal.
"Karena terkendala biaya untuk pemulangan jenazah, akhirnya dimakamkan di Bojonegoro dan pihak keluarga sudah komunikasi dengan pihak rumah sakit," pungkasnya.
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun detikJatim, pria bujang ini sedang jatuh cinta dengan salah satu janda di sekitar wilayah Desa Talok.
"Kabarnya beberapa hari itu di sekitaran desa mondar-mandir, tidur di warung juga, ada kabar juga datang ke sini karena kenalan dengan janda," tutur salah satu warga Talok.
(auh/hil)











































