Apa yang Terjadi Setelah Perjalanan Isra Mikraj? Ini Penjelasan Ulama

Apa yang Terjadi Setelah Perjalanan Isra Mikraj? Ini Penjelasan Ulama

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Kamis, 15 Jan 2026 13:30 WIB
Apa yang Terjadi Setelah Perjalanan Isra Mikraj? Ini Penjelasan Ulama
Ilustrasi Isra Mikraj. Foto: Freepik
Surabaya -

Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad SAW. Namun, tak sedikit yang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi setelah Rasulullah SAW kembali ke Makkah usai menjalani peristiwa tersebut?.

Isra Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha mengendarai Buraq.

Reaksi Kaum Quraisy Mendengar Kisah Isra Mikraj Rasulullah SAW

Mengutip laman NU Online, Rasulullah SAW menyadari bahwa perjalanan Isra Mikraj yang dialaminya tidak masuk logika. Oleh karena itu, beliau awalnya cemas dan berprasangka buruk. Beliau berpikir bahwa umatnya tidak akan percaya apa yang telah dilaluinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada masa itu, peristiwa Isra Mikraj menjadi ujian bagi umat Islam. Mereka yang tulus keimanannya, maka imannya juga bertambah. Sedangkan yang imannya sedikit akan menyatakan kufur. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Fakhruddin al-Razi sebagai berikut.

أنه عليه الصلاة والسلام لما ذكر لهم قصة الإسراء كذبوه وكفر به كثير ممن كان آمن به وازداد المخلصون إيماناً فلهذا السبب كان امتحاناً.

ADVERTISEMENT

Artinya: Ketika Rasulullah saw menceritakan kisah Isra' Mi'raj pada kaumnya, banyak yang tidak percaya. Mereka yang semula beriman, banyak yang menjadi kufur. Sementara mereka yang tulus, semakin tambah keimanannya. Inilah mengapa disebut cobaan. (Mafatih al-Ghaib, juz 20, hlm. 238).

Usai Isra Mikraj, Rasulullah SAW kembali ke Makkah sebelum Subuh dan menceritakan pengalaman luar biasa tersebut kepada kaum Quraisy di Masjidil Haram. Kaum kafir Quraisy, dipimpin Abu Jahal, mengejek dan mendustakannya karena merasa perjalanan secepat itu mustahil, menyebabkan sebagian Muslim lemah iman murtad sementara Rasulullah merasa sedih.

Kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq segera membenarkan kisah Rasulullah SAW setelah mendengar langsung darinya, sehingga dijuluki 'Ash-Shiddiq yang artinya Yang Selalu Membenarkan karena keimanannya yang teguh.

Kejadian ini memicu penurunan jumlah pengikut sementara di Makkah, tapi juga menjadi ujian iman yang memperkokoh posisi para sahabat setia. Allah SWT kemudian menurunkan wahyu dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِي بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ayat ini membuktikan kekuasaan Allah SWT atas perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan menegaskan mukjizatnya.

Hikmah di Balik Peristiwa Isra Mikraj

Dikutip dari detik hikmah, berikut sejumlah hikmah di balik peristiwa Isra Mikraj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW.

1. Adanya Kebesaran Allah SWT

Peristiwa Isra Mikraj membuktikan kebesaran Allah SWT melalui perjalanan mustahil yang hanya dialami Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Isra ayat 1 dan Surat An-Najm ayat 14-18.

Isra Mikraj juga memuliakan derajat Rasulullah SAW sebagai hamba terbaik dan menguji keimanan umat seperti pada Abu Bakar Ash-Shiddiq. Peristiwa ini menjadi penghiburan di masa Amul Huzn, mengajarkan bahwa Allah beri pertolongan tak terduga saat kesulitan.

2. Salat Lima Waktu sebagai Kewajiban

Melalui peristiwa Isra Mikraj, Allah SWT memberi perintah secara langsung kepada Nabi Muhammad mengenai salat wajib lima waktu. Ini berbeda dengan sejumlah syariat lainnya diperintah melalui perantara wahyu.

Dengan hal ini, dapat terlihat bahwa salat lima waktu sangat penting dan wajib dikerjakan oleh umat Islam.

3. Memuliakan Rasulullah SAW

Peristiwa Isra Mikraj hanya dialami oleh Rasulullah SAW, sementara nabi maupun rasul yang lainnya tidak pernah mengalami peristiwa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan kemuliaan yang lebih pada Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih-Nya.

4. Intropeksi Diri

Selama mengalami peristiwa tersebut, Nabi Muhammad ditunjukkan berbagai hal, salah satunya apa yang menimpa para penghuni neraka. Rasulullah SAW melihat orang-orang yang berenang di sungai darah, mencakar dada hingga wajahnya sendiri, serta lidahnya yang mereka gunting.

Adanya peristiwa Isra Mikraj tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini karena apa yang dialami oleh para penghuni neraka tersebut yakni siksaan atas apa yang mereka kerjakan selama hidupnya.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads