Jelang Ramadan Warga Gresik Padati Pasar Murah Pemprov Jatim

Jelang Ramadan Warga Gresik Padati Pasar Murah Pemprov Jatim

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 14 Jan 2026 22:09 WIB
Jelang Ramadan Warga Gresik Padati Pasar Murah Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat hadiri pasar murah di Gresik (Foto: Istimewa)
Gresik -

Pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026), diserbu warga yang berburu kebutuhan sembako menjelang Ramadan. Sejak siang hari, ratusan warga memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.

Antrean panjang terlihat di sejumlah lapak penjualan, terutama beras, telur, dan daging ayam. Mayoritas pembeli merupakan ibu rumah tangga yang memanfaatkan pasar murah untuk menekan pengeluaran rumah tangga di tengah tren kenaikan harga jelang bulan puasa.

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual seharga Rp 55.000 per kemasan 5 kg, sementara beras premium dibanderol Rp 70.000/5 kg. Komoditas lain juga dijual dengan harga terjangkau, di antaranya gula pasir Rp 14.000/kg, minyak goreng MinyaKita Rp 13.000/liter, telur ayam Rp 22.000/kg, serta daging ayam potong Rp 30.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah menjadi langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Ramadan. Menurutnya, lonjakan permintaan biasanya terjadi mendekati bulan puasa dan perlu diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.

"Kalau permintaan meningkat sementara suplai tetap, harga cenderung naik. Karena itu, kita pastikan suplai juga kuat agar harga tetap terkendali," ujar Khofifah usai meninjau pasar murah.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, Ramadan diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan lagi dan diharapkan tidak memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Sebelumnya, pasar murah serupa juga telah digelar di sejumlah daerah lain di Jawa Timur, seperti Sidoarjo dan Lamongan.

Khofifah juga menyoroti kondisi beberapa komoditas, termasuk minyak goreng Minyakita, yang mulai sulit ditemukan di pasaran dan mengalami kenaikan harga. Menurutnya, kehadiran pasar murah dapat membantu menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat.

"Semua sembako yang dijual di sini harganya di bawah harga pasar. Ini bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat," katanya.

Salah satu warga, Kusmini (53), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia membeli berbagai kebutuhan dapur karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan pasar tradisional.

"Selisihnya bisa Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per barang. Menjelang Ramadan biasanya harga naik, jadi pasar murah ini sangat membantu," ujar Kusmini.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah potensi kenaikan harga menjelang bulan puasa.




(auh/dpe)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads