Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah-Bagi Beras Gratis di Sidoarjo

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah-Bagi Beras Gratis di Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Kamis, 08 Jan 2026 17:45 WIB
Gubernur Khofifah gelar pasar murah dan bagi beras gratis di Sidoarjo
Gubernur Khofifah gelar pasar murah dan bagi beras gratis di Sidoarjo (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah sekaligus membagikan beras gratis kepada masyarakat di Desa Kedengsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur, Dr. Iwan, mengatakan bahwa pasar murah di Tanggulangin ini merupakan yang pertama digelar pada tahun 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini pasar murah yang pertama di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Ibu Gubernur. Kita juga mempersiapkan kegiatan ini dalam rangka menyongsong bulan Ramadan sekaligus Hari Raya Idul Fitri," ujar Dr. Iwan di sela kegiatan, di Tanggulangin, Kamis (8/1/2026)

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, Ramadan diperkirakan mulai pada 18 Februari 2026. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya lebih awal untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya telur ayam yang dijual Rp 22.000 per kilogram, padahal harga di pasaran telah mencapai sekitar Rp 28.000 per kilogram. Sementara itu, gula pasir dijual Rp 14.500 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp 17.000 per kilogram.

"Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan harga di bulan Ramadhan nanti. Tadi teman-teman sudah melihat sendiri bagaimana perbedaan harga di pasar murah dengan harga di pasaran," jelasnya.

Iwan menambahkan, Pemprov Jatim telah menganggarkan pelaksanaan pasar murah di sekitar 110 titik di berbagai daerah. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur.

"Yang sudah teranggarkan ada sekitar 110 titik. Namun kita lihat situasinya nanti seperti apa dan tentu menunggu arahan dari Ibu Gubernur," katanya.

Menurutnya, lokasi pasar murah akan diprioritaskan di tingkat kelurahan dan desa agar lebih dekat dengan permukiman warga.

"Titik-titiknya pasti di kelurahan atau desa karena dekat dengan masyarakat. Mereka butuh menjangkau minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya," pungkas Iwan.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads