SD Jatikalang Sidoarjo Langganan Banjir, Wabup Mimik Turun Tangan

SD Jatikalang Sidoarjo Langganan Banjir, Wabup Mimik Turun Tangan

Suparno - detikJatim
Selasa, 13 Jan 2026 22:15 WIB
Wabup Mimik saat kunjungan ke SD Negeri Jatikalang, Kecamatan Prambon
Wabup Mimik saat kunjungan ke SD Negeri Jatikalang, Kecamatan Prambon. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menerima keluhan dari Kepala SD Negeri Jatikalang, Kecamatan Prambon, terkait kondisi sekolah yang belum memiliki pagar serta halaman sekolah yang kerap dilanda banjir. Keluhan tersebut disampaikan saat Mimik melakukan sidak usai peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Temu 001, Selasa (13/1/2026).

Mimik mengatakan, ada dua persoalan utama yang disampaikan pihak sekolah, yakni keamanan dan kondisi sarana prasarana yang sudah kurang layak. Salah satunya adalah belum adanya pagar sekolah yang rawan terhadap keamanan sepeda dan perlengkapan sekolah.

"Alhamdulillah di SD Jatikalang ini ada beberapa permasalahan. Pertama masalah pagar untuk keamanan sepeda anak-anak yang parkir di belakang sekolah. Tadi juga ada Bu Dewan, Bu Irga, yang dapilnya di sini dan insyaallah sudah ada solusi ke depannya," ujar Mimik Idayana di SD Negeri Jatikalang, Selasa (13/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pagar, Mimik menyebut kondisi gedung sekolah juga membutuhkan pembenahan. Halaman belakang sekolah kerap tergenang air saat hujan karena tidak adanya saluran pembuangan yang memadai.

ADVERTISEMENT

"Yang kedua, kondisi gedung sekolah juga kurang layak dan perlu pembenahan. Setelah nanti ada paving atau pemagaran, kita juga harus carikan solusi pembuangan airnya. Selama ini tidak ada saluran, sehingga air mengalir ke lingkungan warga. Ini harus kita atasi bersama dengan desa," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Jatikalang Prambon, Andriyanto, mengungkapkan bahwa persoalan keamanan dan banjir sudah lama terjadi. Bahkan sebelumnya, bukan hanya sepeda siswa yang rawan, tetapi juga peralatan elektronik sekolah.

"Dulu bukan hanya sepeda saja, Pak. Perlengkapan elektronik sekolah juga rawan hilang. Karena belum ada pagar pembatas, sehingga potensi itu selalu ada," kata Andriyanto.

Ia menambahkan, banjir di halaman belakang sekolah kerap mengganggu aktivitas belajar siswa. Bahkan pada awal pekan ini, siswa terpaksa masuk sekolah tanpa sepatu karena genangan air cukup tinggi.

"Hari pertama sekolah, anak-anak basah semua. Hari Senin kemarin bahkan banyak yang tidak pakai sepatu karena banjir di belakang sekolah cukup parah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andriyanto mengajukan beberapa permohonan, di antaranya pembangunan pagar pembatas sekolah, peninggian dan paving halaman belakang sekolah, serta bantuan perbaikan genteng, plafon, dan rangka atap yang sudah dimakan usia.

"Saya ini PLT baru dua bulan. Sebenarnya dulu sudah pernah diajukan pagar pembatas supaya sekolah aman, tapi belum ada tindak lanjut. Harapannya dengan kehadiran Ibu Mimik hari ini, pengajuan ini bisa segera ditindaklanjuti," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads