Tak sedikit pasien diabetes yang cemas saat mendengar saran dokter untuk memulai insulin. Banyak yang percaya insulin hanyalah 'tahap terakhir' atau takut ketergantungan. Faktanya, menurut dr. Soebagijo Adi Soelistijo, Sp.PD,KEMD,FINASIM,FACP dari Mayapada Hospital Surabaya, insulin justru membantu mengendalikan gula darah lebih efektif sekaligus mencegah komplikasi. Lalu, kapan tubuh membutuhkan insulin tambahan?
Pada penderita diabetes, terutama tipe 2, tubuh tidak lagi bisa menggunakan insulin dengan baik dan produksinya dari pankreas pun menurun, sehingga gula darah sulit terkendali. Terkait kondisi ini, dr. Soebagijo menyampaikan indikasi medis kapan dokter akan merekomendasikan insulin sebagai langkah pengobatan.
"Beberapa pasien cukup mengandalkan obat minum. Namun, jika kadar gula darah tetap tinggi, pemeriksaan HbA1c belum mencapai target (β₯7 persen), atau gula darah sudah tinggi sejak awal pemeriksaan, dokter umumnya merekomendasikan insulin sebagai tahap selanjutnya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, masih banyak pasien yang ragu karena beredar berbagai mitos seputar insulin. Mitos yang paling sering muncul adalah bahwa insulin harus digunakan seumur hidup. Faktanya, tidak selalu; pada beberapa pasien, insulin hanya dibutuhkan sementara sampai kadar gula darah kembali terkendali.
Ada pula anggapan bahwa insulin menimbulkan ketergantungan. Faktanya, insulin suntik hanya menggantikan hormon alami yang tidak lagi cukup diproduksi pankreas.
Bahkan, ada yang percaya insulin bisa merusak organ. Faktanya, justru insulin membantu melindungi ginjal, mata, saraf, dan jantung dari komplikasi akibat gula darah tinggi.
Dengan memahami fakta yang benar, Dokter Soebagijo menyampaikan, pasien juga perlu mengetahui bahwa insulin tersedia dalam beberapa jenis yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.
"Beberapa jenis insulin meliputi insulin kerja cepat, yang bekerja dalam hitungan menit untuk menurunkan lonjakan gula setelah makan, insulin kerja menengah hingga panjang, yang membantu menjaga kadar gula tetap stabil sepanjang hari dan malam, serta insulin kombinasi (premixed), yang lebih praktis karena satu suntikan sudah memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengontrol gula pasca makan. Kendati insulin membantu mengontrol gula darah, pemantauan kesehatan secara berkala tetap dianjurkan untuk setiap individu, baik sehat maupun berisiko, " tuturnya.
Untuk mendukung upaya deteksi dini dan pemantauan kesehatan terkait diabetes, Mayapada Hospital menyediakan Sugar Clinic. Ini merupakan pusat layanan kesehatan bagi semua kalangan tanpa dikenakan biaya, yang ditujukan untuk mendeteksi risiko prediabetes dan diabetes, disertai manajemen menyeluruh dan panduan gaya hidup guna menjaga metabolisme tetap sehat. Layanannya mencakup skrining berbasis AI, pemeriksaan gula darah (HbA1c dan kolesterol), konsultasi medis, dan pendampingan gaya hidup sehat yang terintegrasi.
Layanan ini tersedia di beberapa unit Mayapada Hospital di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan), Tangerang, Bandung, dan Surabaya. Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat diakses melalui MyCare, termasuk jadwal konsultasi dokter dan akses kegawatdaruratan melalui fitur Emergency Call.
MyCare menyediakan fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan tubuh, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
(akd/ega)










































