Kayutangan Heritage Ditata Ulang, Ada Jembatan Ikonik-Pasar Senggol

Kayutangan Heritage Ditata Ulang, Ada Jembatan Ikonik-Pasar Senggol

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 18:30 WIB
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Kayutangan Heritage menjadi landmark andalan Kota Malang. Pemkot Malang menyiapkan pengembangan kawasan terintegrasi dengan destinasi di sekitarnya, termasuk penataan PKL hingga konektivitas menuju kawasan Splendid.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, pengembangan ini dilakukan untuk memperkuat Kayutangan sebagai pusat wisata sekaligus penggerak ekonomi kota dengan konsep kawasan yang mbois, tertata, dan berkelas.

Menurut Wahyu, konsep Kayutangan ke depan akan menggabungkan destinasi baru di sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini, kata Wahyu, juga menjadi alternatif penataan pedagang kaki lima (PKL) yang nasibnya kian tak tentu, usai Alun-alun Merdeka Malang yang kini tengah direvitalisasi.

Wahyu mengatakan, PKL akan ditata dengan memusatkan aktivitas mereka ke kawasan Splendid yang kini menjadi sentra pasar burung.

ADVERTISEMENT

Penataan tersebut akan dilakukan dengan menghidupkan kembali konsep pasar senggol yang pernah menjadi ikon kawasan tersebut di masa lalu.

Wahyu menjelaskan, konsep pasar senggol dipilih karena secara historis kawasan Splendid dan sekitarnya memang dikenal sebagai pusat aktivitas PKL.

Penataan akan dilakukan dengan mengintegrasikan pasar bunga dan pasar burung yang sudah ada, lalu disambungkan menjadi satu kawasan dengan Splendid.

"Potensi kawasan Splendid ini besar karena lokasinya berdekatan dengan Kayutangan. Kita ingin kawasan ini ikut merasakan dampak geliat wisata Kayutangan," kata Wahyu kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Selain menata PKL, konsep pasar senggol juga diharapkan menjadi solusi atas permasalahan parkir dan kesemrawutan kawasan. Meskipun adanya gedung parkir Kayutangan telah beroperasi dinilai telah cukup banyak mengurangi persoalan parkir.

Dengan penataan yang terintegrasi, kawasan tersebut akan dihidupkan kembali sebagai pusat aktivitas ekonomi dan wisata di Kota Malang.

Ke depan, Pemkot Malang juga membuka peluang membangun jembatan ikonik yang menghubungkan kawasan Kayutangan dengan Splendid.

Konektivitas tersebut akan menjadikan kedua kawasan sebagai satu kesatuan destinasi wisata yang saling melengkapi.

"Tidak dipungkiri, kemungkinan nanti ada jembatan ikonik dari kayutangan ke splendid dan ini bisa jadi satu kesatuan," ungkap Wali Kota.

Wahyu mengungkapkan, PKL di kawasan alun-alun akan difasilitasi dan di lokalisir agar lebih tertata.

Selain itu, kawasan Taman Rekreasi Kota (Tarekot) yang selama ini kurang dimanfaatkan juga akan dioptimalkan kembali sebagai bagian dari penataan kawasan Splendid secara menyeluruh.

Tak hanya itu, Pemkot Malang juga melibatkan Dewan Kesenian Malang (DKM) melalui pemanfaatan teater yang dimiliki.

Wahyu meminta DKM menyusun jadwal pertunjukan rutin dari Januari hingga Desember, yang nantinya akan ditawarkan sebagai paket wisata ke hotel-hotel.

"Beberapa wisatawan yang menonton pertunjukan merasa senang karena lokasinya dekat dengan Kayutangan. Ini potensi besar yang akan kita tata menjadi satu kesatuan destinasi," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads