Turnamen futsal pelajar di Bojonegoro mendadak viral setelah terjadi keributan antar pemain dan penonton. Insiden itu terjadi saat laga babak delapan besar.
Turnamen futsal antarpelajar tingkat SMA/SMK ini digelar Bojonegoro Futsal League (BFL). Kejadian berlangsung Sabtu (10/1/2026) sore.
Dalam sejumlah video yang beredar, tampak aksi saling pukul antara pemain dari tim MAN dan SMK. Bahkan, di tribun penonton juga terlihat saling dorong dan pukul antarsuporter. Sejumlah personel polisi dan TNI yang berjaga di lokasi terlihat berusaha melerai keributan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Dander Iptu Warsito membenarkan adanya insiden kericuhan di arena futsal yang digelar di GOR Utama Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro.
"Iya sempat ada keributan sebentar. Kita juga ikut melerai mereka yang ribut. Ini futsal antarpelajar, dan ini pertandingan masuk delapan besar," tegas Iptu Warsito.
Kapolsek Warsito menuturkan, atas kejadian tersebut pihak panitia penyelenggara telah melaporkan peristiwa itu ke dinas terkait.
"Iya pihak penyelenggara tadi informasinya juga sudah melaporkan ke dispora," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Bojonegoro Futsal League (BFL), Anggoro Kurnia menyatakan tidak ada kericuhan besar dalam pertandingan tersebut. Ia menyebut kejadian yang viral terjadi menjelang akhir laga akibat kesalahpahaman kecil yang dipengaruhi tingginya tensi pertandingan.
"Tidak ada keributan. Memang tensi permainan tinggi karena babak delapan besar, jadi berpengaruh ke penonton, suporter, dan pemain. Tapi sudah dilerai oleh polisi dan panitia. Kejadian yang viral itu pas menit terakhir pertandingan," jelas Anggoro.
Meski demikian, pihak panitia tetap akan melakukan evaluasi serta investigasi untuk mengetahui fakta yang sebenarnya dengan mengumpulkan berbagai informasi dan bukti pendukung.
"Yang pasti pascakejadian tadi, panitia akan evaluasi dan mencari penyebab, jika terbukti ada pelanggaran ya akan kita beri sangsi," imbuh Anggoro.
Panitia bersama aparat keamanan pun mengimbau seluruh pihak, baik pemain maupun suporter, untuk tetap menjaga sportivitas dan ketertiban agar gelaran olahraga pelajar di Bojonegoro dapat berlangsung aman dan lancar.
(irb/hil)
