Operasi SPPG di Mojokerto Disetop Imbas Keracunan MBG Massal

Operasi SPPG di Mojokerto Disetop Imbas Keracunan MBG Massal

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 11 Jan 2026 06:00 WIB
Operasi SPPG di Mojokerto Disetop Imbas Keracunan MBG Massal
SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Sedikitnya 152 santri dan pelajar tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare diduga setelah menyantap MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. Operasional SPPG ini pun dihentikan sementara selama berlangsungnya investigasi gabungan.

"SPPG ini (Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni) kami setop sementara. Ini kan kami mengadakan investigasi," tegas Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo kepada wartawan di Ponpes Mahad An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kutorejo, Mojokerto, Sabtu (10/1/2026).

Investigasi gabungan untuk mengungkap penyebab para pelajar dan santri mengalami keracunan massal. Penyelidikan antara lain melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang itu ada unsur kelalaian, kami sesuaikan. Kalau memang ada unsur pidana, harus diproses dengan tegas," terang Abi.

Informasi yang dihimpun detikJatim, polisi telah menggali keterangan pengurus SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. Begitu pula yang dilakukan perwakilan BGN. Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

ADVERTISEMENT

"Sampel makanan dari bank sampel di SPPG. Hasil uji laboratorium baru bisa kami keluarkan paling cepat Rabu (pekan depan)," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati.

Sedangkan Korwil BGN Mojokerto Rosidian Prasetyo menjelaskan, SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 menyediakan 2.679 porsi untuk 20 sekolah pada Jumat (9/1). Namun, yang terdampak indikasi keracunan massal 7 sekolah dan pesantren. Pihaknya juga membantu investigasi kasus ini.

"Teman-teman (SPPG) menyampaikan sudah sesuai SOP dan juknis dari BGN, teman-teman melaksanakan dengan baik, begitu juga para relawan. Terkait kejadian ini, kami dalami dengan hasil-hasil yang akan diterbitkan Dinas Kesehatan dan kepolisian," tandasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar dan santri mengalami keracunan diduga setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. MBG tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri pada Jumat (9/1).

Setiap harinya, SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 menyajikan 2.679 porsi MBG untuk 20 sekolah. Untuk sementara, 7 sekolah dan pesantren yang terdampak indikasi keracunan massal tersebut. Total korban sementara 152 pelajar dan santri.

Para pelajar dan santri mulai mengalami keracunan kemarin malam dan pagi tadi. Mayoritas para korban dirawat di asrama santri putra dan putri Ponpes Mahad An Nur. Pesantren di Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kutorejo, Mojokerto ini dijadikan posko layanan kesehatan.

Ada pula yang dirawat inap di Puskesmas Pacet, Gondang dan Kutorejo. Sebagian lainnya dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, RS Mawaddah Medika, serta RSI Arofah.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads