152 Pelajar di Mojokerto Sakit Usai Santap Soto Ayam MBG

152 Pelajar di Mojokerto Sakit Usai Santap Soto Ayam MBG

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 16:40 WIB
152 Pelajar di Mojokerto Sakit Usai Santap Soto Ayam MBG
Para santri korban keracunan dirawat di asrama Ponpes Mahad An Nur/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Mojokerto -

Ratusan pelajar mengalami pusing, mual hingga diare setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Mereka diduga mengalami keracunan menu soto ayam.

Informasi yang dihimpun detikJatim, sekitar 152 korban merupakan pelajar dan santri dari enam lembaga pendidikan di Mojokerto. Ratusan pelajar tersebut dirawat inap di sejumlah puskesmas, RSUD Prof dr Soekandar dan di RS Sumberglagah.

Salah satunya santri atau siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Teknologi Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. Setidaknya 18 santri dari pesantren ini menjalani rawat inap di Puskesmas Gondang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santri Ponpes Al Hidayah, Azizah menuturkan, banyak temannya sesama santri mengeluh sakit pada Jumat (9/1) malam. Mereka mengeluh panas, mual, sakit perut, pusing dan diare.

ADVERTISEMENT

"Mungkin karena MBG kemarin siang. Ini MBG awal setelah liburan. Menunya soto, lauknya ayam seperti mi ayam dan telur ayam. Saya tidak ikut makan," terangnya kepada wartawan di Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026).

detikJatim juga menyambangi Ponpes Mahad An Nur di Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kutorejo, Mojokerto. Di pesantren ini juga puluhan pelajar atau santri jatuh sakit setelah menyantap MBG.

Mereka dirawat oleh tenaga medis gabungan sejumlah puskesmas dan RSUD Prof dr Soekandar. Perawatan medis dilakukan di asrama santri putra maupun putri. Sebagian lainnya dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya belum membaik.

Salah satu santri Ponpes Mahad An Nur, Edwin Rakan menjelaskan, dirinya mengalami diare pagi tadi. Meski begitu, ia sempat sekolah. Sekitar pukul 09.00 WIB, kondisinya lemas sehingga ia memilih istirahat di asrama.

"Setelah makan MBG kemarin siang, saya masih sekolah, merasa pusing. Menunya soto ayam," ungkap siswa kelas 3 MTs ini.

Keluhan yang sama disampaikan Muis, pelajar kelas 2 MTs Mahad An Nur. Ia juga tiba-tiba merasa sakit setelah menyantap MBG menu soto ayam kemarin siang setelah salat Zuhur.

"Menunya soto ayam kemarin siang. Malamnya sakit, pusing, saya pakai tidur saja. Bangun pagi tadi sakit perut," tandasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menangani perawatan para korban dugaan keracunan massal ini. Mereka juga telah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.

Tidak hanya itu, tim dari Satreskrim Polres Mojokerto juga turun tangan memeriksa pengelola SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. Sebab ratusan siswa yang mendadak sakit, diduga usai mengonsumsi MBG dari SPPG ini.

"Terindikasinya keracunan iya, tapi kami menunggu hasil laboratorium," tandas Kepala SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Taufiq.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads