Berkah Musim Hujan, Perajin Perahu PVC di Lamongan Banjir Pesanan

Berkah Musim Hujan, Perajin Perahu PVC di Lamongan Banjir Pesanan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 01 Jan 2026 14:00 WIB
Berkah Musim Hujan, Perajin Perahu PVC di Lamongan Banjir Pesanan
Perajin perahu PVC di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Musim hujan kerap identik dengan banjir hingga mengganggu aktivitas warga. Namun, di sudut Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, hujan membawa berkah tersendiri. Di sana, pipa-pipa PVC yang biasanya menjadi saluran air, berubah wujud menjadi perahu andalan warga di wilayah rawan banjir.

Deretan pipa paralon berukuran besar tampak tersusun rapi di sebuah bengkel sederhana milik Suratno. Di tangan pria ini, pipa PVC dirakit menjadi lambung perahu yang kokoh, ringan, dan tahan air. Perahu berbahan PVC itu kini menjadi primadona, menggantikan perahu kayu konvensional yang mulai ditinggalkan.

Memasuki puncak musim penghujan, permintaan perahu PVC buatan Suratno melonjak drastis. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah di Lamongan dan sekitarnya tergenang banjir, sehingga warga membutuhkan sarana transportasi air yang praktis dan tahan lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim Hujan  Pengrajin Musim Hujan Perahu PVC di Lamongan Banjir Pesanan External InboxMusim Hujan Pengrajin Musim Hujan Perahu PVC di Lamongan Banjir Pesanan Foto: Eko Sudjarwo

"Saat musim hujan seperti sekarang, pesanan sampai antre. Ada peningkatan sekitar 50 persen dibanding hari-hari biasa," kata Suratno saat ditemui di bengkelnya, Kamis (1/1/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya melayani pesanan dari warga Lamongan, perahu PVC rakitannya juga diminati konsumen dari berbagai daerah. Mulai dari Tuban, Gresik, Jombang, hingga luar provinsi seperti Demak dan Pati di Jawa Tengah. Bahkan, pesanan pernah datang dari luar Pulau Jawa.

"Pernah kirim sampai Batam. Yang pesan bukan cuma warga atau petani, tapi juga instansi pemerintah dan relawan kemanusiaan untuk evakuasi banjir," ungkapnya.

Peralihan minat masyarakat dari perahu kayu ke PVC bukan tanpa alasan. Kelangkaan kayu berkualitas membuat harga bahan baku melambung tinggi. Di sisi lain, pipa PVC dinilai lebih ekonomis sekaligus awet.

"Kayu itu rawan keropos dan lapuk. Kalau PVC, tahan benturan dan tidak akan lapuk meski terendam air dalam waktu lama," jelas Suratno.

Dengan dibantu tiga orang karyawan, proses pembuatan satu unit perahu PVC memakan waktu antara satu hingga tiga hari, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain. Soal harga, perahu PVC ini dibanderol mulai Rp 5,7 juta hingga puluhan juta rupiah, menyesuaikan spesifikasi dan ukuran.

Ketahanannya yang diklaim mampu bertahan hingga puluhan tahun membuat perahu PVC kian diminati. Tak hanya untuk mobilitas warga saat banjir, perahu ini juga digunakan petani tambak dan nelayan di perairan dangkal.

Di tengah ancaman banjir yang kerap datang saat musim hujan, kreativitas warga Lamongan justru melahirkan solusi. Dari pipa PVC sederhana, mengalir rezeki dan harapan bagi banyak orang.




(ihc/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads