Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan Rumah Sakit (RS) KORPRI Pura Raharja Provinsi Jawa Timur sebagai aset Pemprov Jatim.
Khofifah menilai kehadiran RS KORPRI Pura Raharja sebagai bentuk amal jariyah KORPRI yang manfaatnya akan terus mengalir. Ke depan, rumah sakit ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang secara profesional
"InsyaAllah, ini jariyah KORPRI yang dulu sempat urunan hingga berdirilah rumah sakit ini. Sekarang akan ada proses bagaimana audit dari bangunan, keuangan, maupun audit dari peralatan yang selanjutnya adalah untuk kebaikan kita semua," kata Khofifah, Sabtu (10/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah yakin ke depan RS KORPRI Pura Raharja bisa semakin meningkatkan pelayanan publik dan mendapat standarisasi internasional.
"Small is beautiful dan suasananya seolah-olah International Hospital. Kalau hari ini seolah-olah, maka berikutnya Insyaallah benar-benar bisa jadi International Hospital. Bukan karena besarnya, tapi karena kualitas layanan dan kualitas tenaga medis," ucapnya.
"Saya rasa apa yang kita lakukan adalah kita melakukan layanan medis secara lebih integratif dan terorganisir. Dan kita bersama-sama ingin memberikan apresiasi kepada semua pendiri Rumah Sakit ini, yakni KORPRI yang kemudian didedikasikan untuk masyarakat," tambah Khofifah.
Saat ini, RS KORPRI Pura Raharja didukung 239 pegawai yang terdiri atas 40 dokter, 95 karyawan tetap, 74 karyawan kontrak, dan 30 karyawan outsourcing.
Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono turut bangga dengan peluncuran ini. Ia pun menyampaikan bahwa Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur merupakan satu-satunya dewan KORPRI di Indonesia yang memiliki rumah sakit sendiri.
"Sekarang, yang berubah tentu di tingkat top management nya. Tidak ada cut off. Tapi semenjak selesai dalam proses perjalanan panjang ini, yang pertama kami lakukan adalah audit bangunan," ungkapnya.
Ke depan, RS KORPRI Pura Raharja akan melakukan pengembangan. Termasuk pembangunan gedung rawat jalan di dua kavling yang dimiliki serta penataan sistem perparkiran.
"Yang paling penting ini adalah pengembangannya. Selanjutnya, kita akan menaikkan statusnya menjadi rumah sakit umum tipe C dengan program unggulan layanan kesehatan ibu dan bayi," jelas Adhy.
"Kami izin tidak merepotkan APBD. Karena Bu Yuyun selaku Sekretaris KORPI sudah menghitung untuk kebutuhan awal sehingga teman-teman KORPRI sudah sangat ikhlas ketika kas dari KORPI digunakan dulu untuk pengembangan pertama ini,"pungkasnya.
Peluncuran ditandai dengan penarikan kain penutup papan aset RS KORPRI Pura Raharja oleh Gubernur Khofifah. Hadir CEO RS KORPRI Pura Raharja dr. Joni Wahyuhadi, serta Direktur RSIA Pura Raharja dr. Makhyan Jibril Al-Farabi.
RS KORPRI Pura Raharja merupakan institusi pelayanan kesehatan yang telah mengantongi izin pendirian sejak 1990 dan awalnya berada di bawah naungan Yayasan Bhineka Karya.
