Dinas Kesehatan Kota Malang mengungkap belasan warga memiliki gejala awal terpapar virus Influenza A subtipe H3N2 atau Superflu. Kasus ini awal ditemukan pada akhir tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, adanya indikasi belasan warga diduga terpapar super flu dari surveilans influenza dilakukan melalui dua fasilitas kesehatan sentinel yakni di Puskesmas Dinoyo dan Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA).
Di Puskesmas Dinoyo menangani kasus Influenza-Like Illness (ILI), yaitu pasien dengan gejala batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, serta suhu tubuh di atas 38 derajat celsius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di RSSA menjadi sentinel untuk Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan akut berat.
Berdasarkan hasil surveilans itulah, kasus Influenza A H3N2 atau Super Flu di Kota Malang terdeteksi masing-masing satu kasus pada September dan Oktober serta beberapa kasus pada November 2025.
"Sampel dari dua sentinel ini dikirim ke BBKLM Surabaya untuk pemeriksaan laboratorium. Jumlahnya 17 sampel yang diambil pada periode September hingga November," ujar Husnul kepada detikJatim, Sabtu (10/1/2026).
Meski demikian, Husnul menegaskan bahwa pasien yang awalnya memiliki gejala terkonfirmasi Super Flu telah sembuh dan kembali beraktivitas normal.
"Total ada 17 kasus dan semuanya sudah sembuh. Kontak erat juga sudah diperiksa, dan kondisinya aman. Situasi di Kota Malang terkendali," tegas Husnul.
Husnul menambahkan, hingga Desember 2025 dan Januari 2026 pihaknya belum menerima laporan adanya temuan kasus baru.
"Desember dan Januari kita belum dapat informasi lagi," imbuhnya.
Meski demikian, surveilans tetap dilakukan secara rutin baik di Puskesmas Dinoyo dan RSSA Kota Malang.
Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan.
Di antaranya menggunakan masker saat sakit atau di kerumunan, rajin mencuci tangan, menjaga imunitas tubuh dengan asupan gizi seimbang, serta melakukan vaksinasi influenza.
"Kita sudah punya pengalaman menghadapi pandemi. Jadi kuncinya bukan takut, tapi waspada dan disiplin menjaga kesehatan," pungkasnya.
(auh/hil)











































