Curah Hujan Naik, OMC di Jatim Diperpanjang hingga Akhir Januari

Curah Hujan Naik, OMC di Jatim Diperpanjang hingga Akhir Januari

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 17:40 WIB
Curah Hujan Naik, OMC di Jatim Diperpanjang hingga Akhir Januari
Gubernur Khofifah pantau OMC di Jatim/Foto: Istimewa
Surabaya -

Curah hujan di Jawa Timur diprediksi meningkat hingga tiga kali lipat pada Januari 2026 ini dibanding Desember 2025. Pemprov Jatim kembali memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, OMC dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem. OMC rencananya akan dilangsungkan hingga akhir Januari 2026.

"Saat ini OMC terus dilakukan dan rencananya hingga akhir Januari 2026," kata Gatot saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot mengatakan efektifitas OMC di Jatim cukup tinggi. Salah satu indikatornya pada bulan Desember 2025 lalu curah hujan ekstrem berkurang.

ADVERTISEMENT

"Efektifitasnya tinggi, karena OMC itu mematangkan awan sebelum sampai daratan salah satunya hingga air hujan turun di laut," tambahnya.

Menurut Gatot, imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG Juanda untuk awal tahun 2026 ini harus disikapi BPBD Jatim dengan memperpanjang OMC.

"Keputusan memperpanjang OMC ini dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, setelah melihat potensi cuaca ekstrem yang akan berlanjut hingga awal tahun 2026 ini," tambahnya.

Berdasar rilis BMKG Juanda, musim hujan yang berpotensi menjadi cuaca ekstrem di Jawa Timur akan berlanjut pada Bulan Januari hingga Februari.

Diperkirakan, potensi curah hujan di Bulan Januari akan mencapai sekitar 58 persen dan di Bulan Februari akan sebanyak 22 persen.

Karena itulah, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jatim melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya, normalisasi dan bersih-bersih sungai, menyiagakan personel dan peralatan hingga melakukan sejumlah pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

"Atas arahan ibu Gubernur, kami juga melanjutkan langkah strategis penanganan cuaca ekstrem, berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari nanti," ujarnya.

Dikatakan, kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 ini kini telah dilaksanakan sebanyak 7 sorti dengan sasaran wilayah di Selatan Jatim, Selatan Pulau Madura dan beberapa titik di wilayah barat Jatim.

Khusus untuk OMC sepanjang Desember 2025, jumlahnya mencapai 50 sorti dengan sasaran di berbagai wilayah di Jatim.

Dalam kesempatan ini, Gatot juga memaparkan laporan kejadian bencana di Jatim sepanjang tahun 2025 yang mencapai sebanyak 531 kejadian.

Dari jumlah itu, mayoritasnya didominasi kejadian bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor, yang masing-masing mencapai sejumlah 149, 147 dan 21 kejadian.

Umumnya, bencana hidrometeorologi ini disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi secara merata di Jawa Timur.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads