Dinkes Kota Malang Pastikan Kasus Super Flu Terkendali

Dinkes Kota Malang Pastikan Kasus Super Flu Terkendali

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 17:20 WIB
Dinkes Kota Malang Pastikan Kasus Super Flu Terkendali
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Kota Malang menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang ditemukannya kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau lebih dikenal dengan super flu. Dinas Kesehatan Kota memastikan penanganan sudah terkendali dan tidak perlu menimbulkan kepanikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan, Indonesia sebagai negara tropis merupakan wilayah yang memungkinkan berbagai bakteri dan virus, termasuk virus influenza, tumbuh dan bermutasi.

Salah satu mutasi tersebut adalah Influenza A subtipe H3N2 yang dikenal dengan istilah Superclade K.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu diluruskan, super flu bukan berarti flu yang super berbahaya. Istilah itu hanya penyebutan di masyarakat. Sebenarnya ini adalah virus influenza A yang memang sudah ada, lalu mengalami mutasi genetik," jelas Husnul kepada detikJatim, Sabtu (10/1/2026).

ADVERTISEMENT

Di Kota Malang, lanjut Husnul, surveilans influenza dilakukan melalui dua fasilitas kesehatan sentinel. Yakni Puskesmas Dinoyo dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Puskesmas Dinoyo menangani kasus Influenza-Like Illness (ILI), yaitu pasien dengan gejala batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, serta suhu tubuh di atas 38 derajat celsius.

Sementara di RSSA menjadi sentinel untuk Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan akut berat.

"Sampel dari dua sentinel ini dikirim ke BBKLM Surabaya untuk pemeriksaan laboratorium. Jika ada indikasi kuat, dilanjutkan dengan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memastikan jenis virusnya," ujarnya.

Berdasarkan hasil surveilans itulah, kasus Influenza A H3N2 atau Super Flu di Kota Malang terdeteksi masing-masing satu kasus pada September dan Oktober serta beberapa kasus pada November 2025.

Hingga saat ini, seluruh pasien yang terkonfirmasi telah sembuh dan kembali beraktivitas normal.

"Total ada 17 kasus dan semuanya sudah sembuh. Kontak erat juga sudah diperiksa, dan kondisinya aman. Situasi di Kota Malang terkendali," tegas Husnul.

Husnul menambahkan, hingga Desember 2025 dan Januari 2026 pihaknya belum menerima laporan adanya temuan kasus baru. Meski demikian, surveilans tetap dilakukan secara rutin.

Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan.

Di antaranya menggunakan masker saat sakit atau di kerumunan, rajin mencuci tangan, menjaga imunitas tubuh dengan asupan gizi seimbang, serta melakukan vaksinasi influenza.

"Kita sudah punya pengalaman menghadapi pandemi. Jadi kuncinya bukan takut, tapi waspada dan disiplin menjaga kesehatan," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads