200 Becak Listrik dari Prabowo Segera Dibagikan di Tulungagung, Tapi...

200 Becak Listrik dari Prabowo Segera Dibagikan di Tulungagung, Tapi...

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 09 Jan 2026 21:00 WIB
200 Becak Listrik dari Prabowo Segera Dibagikan di Tulungagung, Tapi...
Becak listrik yang akan dibagikan kepada masyarakat di Tulungagung. Sayangnya SPKLU-nya belum siap. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Ratusan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto siap dibagikan di Tulungagung. Namun, infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum memadai.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, mengatakan jumlah becak listrik yang akan dibagikan mencapai 200 unit. Penerima bantuan tersebut adalah tukang becak yang berusia 60 tahun ke atas dan masuk dalam desil 1 sampai 5.

"Hari ini teman-teman yang akan mendapatkan bantuan becak Bapak Probo Subianto diundang dalam rangka sosialisasi. pengecekan administrasi dan lain-lain agar pada saatnya nanti bisa mengoperasikan becak-becak ini saat serah terima," kata Gatut Sunu, Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh calon penerima mendapatkan edukasi dari produsen terkait tata cara penggunaan hingga perawatan. Mereka juga diwajibkan untuk menandatangani kesepakatan untuk tidak menjual bantuan becak listrik itu.

Rencananya seluruh becak listrik itu akan diserahkan ke masing-masing penerima pada Sabtu (10/1/2026) mendatang. Kendaraan seharga Rp22 juta itu diharapkan akan meningkatkan daya saing jasa angkutan dan menggantikan becak konvensional.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, program Presiden Prabowo tersebut dihadapkan dengan tantangan belum memadainya Infrastruktur pendukung kendaraan listrik, salah satunya SPKLU untuk pengisian daya baterai.

Gatut mengakui keberadaan SPKLU becak listrik memiliki fungsi penting untuk mendukung operasional kendaraan. Terkait kondisi itu Bupati akan membicarakan lebih lanjut dengan para pihak terkait.

"Iya betul itu, nanti kita upayakan bekerja sama dengan pihak terkait agar dibangun di tempat yang aman dan terjangkau. Biar teman-teman kalau mau mengecas enak, terutama di terminal dan stasiun, pokoknya kita fasilitasi lah," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Iswahyudi, mengatakan saat ini belum ada SPKLU khusus becak listrik. Rencananya pihaknya akan meminta bantuan PLN Tulungagung guna membangun fasilitas pengecasan.

"Kami sudah koordinasi dengan PLN, pada dasarnya siap membantu untuk membangunkan tempat-tempat untuk ngecas di becak listrik ini. Nanti kami akan buat surat ke PLN, kemudian akan disurvei tempat-tempat mana yang jadi tempat mangkal tukang becak ini," imbuhnya.

Pihaknya akan mengupayakan agar fasilitas pengecasan itu dapat disesuaikan secara gratis untuk tulang becak.

Dikonfirmasi terpisah Koordinator Becak Listrik dari Yayasan GSN, Dimas R Prasetyo, mengatakan becak bertenaga listrik tersebut dipastikan dapat dicas di rumah masing-masing pemilik dengan minimal daya listrik terpasang 450 VA.

"Masih bisa pakai 450 VA dengan durasi pengecasan 3 sampai 4 jam," ujar Dimas.

Terkait durabilitas atau daya tahan baterai mendapatkan jaminan garansi dari PT Pindad selaman enam bulan. Jika pada masa garansi mengalami kerusakan akan diganti.

"Betul, kalau rusak diganti," imbuhnya.

Pantauan detikJatim, ratusan calon penerima becak listrik tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi dan uji coba kendaraan. Mayoritas tukang becak mampu dengan mudah mengendarainya, namun, ada beberapa yang mengalami kesulitan hingga terguling.

Salah seorang tukang becak Kirman, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan becak dari Presiden. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan untuk mengendarainya.

"Bisa, mudah kok, tapi ya butuh penyesuaian," kata Kirman.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads