Status Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi salah satu pilihan karier paling diminati di Indonesia. Memasuki tahun 2026, meski jadwal resmi seleksi CPNS belum diumumkan, pemerintah mulai memberi sinyal terkait arah dan pola rekrutmen aparatur sipil negara.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) saat ini tengah memetakan kebutuhan ASN secara nasional. Rekrutmen CPNS 2026 dirancang berbasis proyeksi lima tahun ke depan, dengan mempertimbangkan formasi yang membutuhkan penambahan pegawai (positive growth) maupun efisiensi jumlah pegawai (minus growth).
Bocoran Formasi Kemenkeu dan BRIN
Sejumlah instansi mulai memberikan gambaran awal terkait kebutuhan formasi dalam rekrutmen ASN 2026. Dua di antaranya adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang mengisyaratkan fokus penyerapan pegawai sesuai kebutuhan strategis masing-masing lembaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lingkungan Kemenkeu, formasi yang disiapkan akan menyerap sekitar 279 lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, serta membuka sekitar 300 kuota bagi lulusan SMA sederajat untuk posisi tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sementara itu, BRIN memprioritaskan penguatan ekosistem riset nasional. Formasi yang disiapkan difokuskan bagi periset di Nanoteknologi, Sains Material, dan Genomik, hingga rumpun Ilmu Sosial.
Ketentuan Umum Siapa Saja yang Bisa Mendaftar
Sebelum memikirkan strategi belajar, pastikan profil detikers sesuai dengan kriteria yang ditetapkan regulasi pemerintah. Secara umum, syarat dasar yang harus dipenuhi meliputi sebagai berikut.
- Terbuka bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI).
- Pelamar umum minimal berusia 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Namun, tersedia pengecualian bagi posisi tertentu seperti Dokter Spesialis yang batas usianya bisa mencapai 40 tahun.
- Calon pelamar tidak boleh memiliki riwayat pidana penjara di atas dua tahun melalui putusan hukum tetap. Selain itu, detikers harus memiliki catatan karier yang bersih, yakni tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari instansi pemerintah (PNS/TNI/Polri) maupun sektor swasta.
- Pelamar dilarang keras terlibat sebagai pengurus atau anggota partai politik mana pun.
- Memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang prima untuk menunjang tugas di formasi yang dipilih.
Dokumen yang Dipersiapkan
Seringkali pelamar gugur di tahap administrasi hanya karena masalah teknis dokumen. Agar proses pendaftaran di portal SSCASN BKN berjalan mulus, pastikan detikers telah menyiapkan dokumen digital (scan) berikut dalam format yang bersih dan terbaca:
- KTP asli atau surat keterangan resmi dari Dukcapil serta Kartu Keluarga (KK).
- Ijazah asli dan transkrip nilai sesuai jenjang pendidikan.
- Pas foto formal terbaru dengan latar belakang merah dan swafoto (selfie) sesuai ketentuan sistem.
- Jika melamar tenaga kesehatan, siapkan STR. Bagi guru, siapkan Sertifikat Pendidik. Sertifikat kemampuan bahasa asing (seperti TOEFL/IELTS) juga sering menjadi syarat tambahan di kementerian tertentu.
Strategi Lolos Seleksi CPNS
Perlu detikers ingat perjuangan menjadi aparatur sipil negara akan melewati tiga filter utama: Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Untuk menghadapi ujian berbasis komputer (CAT), kunci suksesnya terletak pada manajemen waktu. Mulailah akrab dengan pola soal SKD yang terbagi menjadi tiga materi besar sebagai berikut.
- TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): Menguji nasionalisme dan pemahaman pilar negara.
- TIU (Tes Intelegensia Umum): Menilai kemampuan logika, verbal, dan numerik.
- TKP (Tes Karakteristik Pribadi): Mengukur profil perilaku dan etika kerja.
Informasi CPNS 2026 memang masih dalam tahap pematangan di pemerintah pusat. Namun, dengan adanya bocoran kuota dari Kemenkeu dan BRIN serta gambaran syarat yang ada, maka akan ada arah yang lebih jelas untuk mulai menyusun strategi. Sudah siapkah detikers bersaing memperebutkan satu kursi di tahun 2026?
(hil/irb)











































