Di puncak perjalanan Isra Miraj, Rasulullah SAW mencapai Sidratul Muntaha. Para ulama menjelaskan, Sidratul Muntaha sebagai pohon bidara raksasa di langit ketujuh yang menjadi batas akhir (muntaha) pengetahuan malaikat dan puncak perjalanan Miraj.
Ibnu Katsir menggambarkannya sebagai tempat segala yang naik dari bumi berhenti dan yang turun dari atas ditahan, diliputi malaikat dan cahaya ilahi.
Di sana, Rasulullah menyaksikan empat sungai surga mengalir dari akar Sidratul Muntaha sekaligus menerima perintah salat yang menjadi tiang utama agama. Lantas, apa saja sungai-sungai yang mengalir tersebut? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2 Jenis Sungai dari Akar Sidratul Muntaha
Menurut hadis HR Ahmad dan Muslim, empat sungai dari akar Sidratul Muntaha terbagi menjadi dua jenis yaitu Sungai Zhahiran dan Sungai Bathinan.
Bathinan (Ψ¨ΩΨ§Ψ·ΩΩΩΨ§ΩΩ) berarti sungai dalam atau batin yang samar atau tersembunyi di surga, tidak mengalir ke bumi dan hanya tampak kabur bagi pandangan Rasulullah SAW. Yang sering disebut sebagai Sungai Bathinan adalah Sihun dan Jihun. Saat Rasulullah bertanya tentang sungai-sungai itu, Malaikat Jibril AS menjelaskan bahwa Bathinan berada di surga.
Sementara Zhahiran (ΨΈΩΨ§ΩΩΨ±ΩΨ§ΩΩ) artinya sungai luar yang jelas terlihat, yaitu Sungai Nil (An-Nail) dan Eufrat (Al-Furat) yang bersumber dari Sidratul lalu mengalir ke bumi sebagai rahmat ilahi.
Melansir dari buku Isra Miraj oleh Inbu Hajar al-Aqsalani dan Imam A Suyuthi, dijelaskan bahwa Sihun, Jihun, Nil, dan Eufrat termasuk sungai-sungai surga.
4 Sungai yang Berada di Bawah Sidratul Muntaha
Keempat sungai itu diyakini juga ada di dunia nyata. Berikut penjelasan lengkapnya:
Sungai Sihun
Hadis HR Muslim (2839) menyebutkan Sihun adalah salah satu sungai yang mengalir turun ke bumi dengan air suci manis tanpa rasa, warna, atau bau yang berubah.
Secara geografis sungai ini mengalir di Asia Tengah, tepatnya di Turki, yang mengairi wilayah kering sebelum berakhir di Laut Aral. Selain itu, sungai ini juga mengalir melintasi Kirgistan, Uzbekistan, Tajikistan dan Kazakhstan.
Sungai Jihun
Menurut kibat Dardir Miraj, sungai ini bersumber dari mata air akar susu Sidratul Muntaha. Sama seperti sungai Sihun, banyak ulama yang mengaitkannya dengan salah satu sungai di Turki selatan yaitu Sungai Syr Darya yang mengairi wilayah Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan.
Sungai Nil
|
Riwayat dari Ahmad dan Abu Ya'la menyebut bahwa Sungai Nil di surga sama dengan yang mengalir di Mesir.
Sungai Nil memiliki panjang sekitar 6.650-6.690 km, terpanjang di dunia atau Afrika, terbentuk dari gabungan Sungai Nil Putih (dari Danau Victoria) dan Nil Biru (dari Danau Tana di Ethiopia) yang bertemu di Khartoum, Sudan.
Sungai Eufrat
Sungai Eufrat Foto: Getty Images/iStockphoto/bodrumsurf |
Sungai Eufrat (Al-Furat) adalah salah satu sungai terpanjang di Asia Barat yang bersumber dari dataran tinggi Anatolia Tenggara di Turki timur. Sungai ini mengalir melintasi Suriah dan Irak sejauh sekitar 2.800 km, sebelum bergabung dengan Sungai Tigris membentuk Syatt al-Arab yang bermuara ke Teluk Persia.
Sungai ini dikenal sebagai pusat peradaban Mesopotamia kuno (Sumeria, Akkadia, Babilonia) berkat kesuburannya yang membantu irigasi pertanian masif dan kota-kota besar seperti Uruk dan Babilon.
(ihc/hil)












































Sungai Nil Foto: IFL Science