Surabaya Punya SLB Negeri Pertama, Herlina: Penuhi Hak Belajar ABK

Surabaya Punya SLB Negeri Pertama, Herlina: Penuhi Hak Belajar ABK

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 06 Jan 2026 21:23 WIB
Anggota DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Negeri Karya Mulia Surabaya
Anggota DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Negeri Karya Mulia Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Negeri Karya Mulia Surabaya telah diresmikan kemarin Senin (5/1). Anggota DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto berharap pada SLB Negeri pertama itu bisa menjadi tonggak penting penguatan pendidikan inklusif di Kota Pahlawan.

"Kehadiran SLB negeri pertama di Surabaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak belajar anak berkebutuhan khusus," kata Herlina, Selasa (6/1/2026).

Herlina juga mengapresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai karena terwujudnya SLB negeri di Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih kepada Ibu Gubernur, Pak Wagub, dan Pak Kadindik Jatim. Semoga ke depan pendidikan inklusif di Surabaya dan Jawa Timur semakin kuat dan berkeadilan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Herlina menjelaskan, SLB-B Negeri Karya Mulia tidak lepas dari proses panjang dan dorongan legislatif sejak periode sebelumnya. Usulan pendirian SLB negeri di Surabaya juga telah disampaikan sejak masih berada di Komisi D DPRD Surabaya periode 2024.

"Di penghujung masa jabatan di Komisi D tahun 2024 saya pernah mengusulkan dan menyampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Pak Aries Agung, bahwa Surabaya seharusnya memiliki SLB negeri," jelasnya.

Dia bersyukur aspirasinya akhirnya terwujud dan kini Surabaya resmi memiliki SLB negeri pertama. Baginya, SLB-B Negeri Karya Mulia menjadi jawaban atas kebutuhan layanan pendidikan khusus yang selama ini sangat terbatas.

Sebelumnya SLB-B Karya Mulia dikelola yayasan yang menjalankan pembelajaran dan pengabdian dengan baik. Saat ini statusnya berubah menjadi SLB-B negeri Karya Mulia.

"Ini langkah maju untuk pendidikan inklusif dan pemenuhan hak anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan menjadi SLB negeri maka otomatis akan ada support yang lebih kuat dari sisi anggaran, kebijakan, maupun pengembangan tenaga pendidik nantinya," kata politisi asal Demokrat ini.

Pada peresmian kemarin, dipaparkan dukungan anggaran pendidikan inklusif dari Pemprov Jatim. Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Jatim mengalokasikan lebih dari Rp 130 miliar untuk penguatan SLB se-Jatim, termasuk revitalisasi dan peningkatan sarana prasarana.

"Anggaran ini menunjukkan komitmen negara hadir. Sekitar Rp 22,6 miliar dialokasikan untuk revitalisasi SLB se-Jawa Timur dan Rp 114,3 miliar difokuskan pada rehabilitasi ruang belajar, peningkatan sarana pendukung, serta penguatan layanan pendidikan inklusif yang layak dan bermartabat," urainya.

Herlina berharap ke depan akan ada SLB negeri tipe 2 lainnya di Kota Surabaya, juga dukungan tidak hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan guru, alat bantu belajar, dan layanan pendukung lainnya.

"Ini tidak lepas dari tujuan negara hadir untuk memastikan hak belajar yang setara untuk semua anak2 kita" pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads