Dinkes Sebut Belum Temukan Kasus Super Flu di Kota Malang

Dinkes Sebut Belum Temukan Kasus Super Flu di Kota Malang

M. Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 04 Jan 2026 20:10 WIB
Dinkes Sebut Belum Temukan Kasus Super Flu di Kota Malang
Ilustrasi Virus Flus Foto: Getty Images/nopparit
Surabaya -

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi terbanyak ditemukan kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau lebih dikenal dengan super flu. Meski begitu, Dinas kesehatan belum menemukan kasus super flu di Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan atau temuan kasus super flu di wilayah Kota Malang.

"Sampai saat ini, masih belum ada laporan baik suspek ataupun konfirmasi gejala super flu di wilayah Kota Malang," ujar Husnul saat dihubungi awak media pada Minggu (4/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan, sampai saat ini Dinkes Kota Malang belum mendapatkan petunjuk teknis atau arahan khusus terkait langkah apa yang diambil ketika ditemukan kasus super flu dari Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

"Kami masih menunggu petunjuk teknisnya seperti apa, karena arahan tertulis maupun arahan khusus dari Dinkes Provinsi Jatim masih belum ada," ujar Husnul.

"Namun, kami sudah mengimbau teman-teman medis baik di puskesmas maupun posyandu apabila ditemukan ada yang bergejala, maka bisa dilakukan deteksi awal untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit," sambungnya.

Berkaca dengan penanganan kasus pandemi COVID-19. Husnul memastikan bahwa tenaga medis maupun fasilitas kesehatan di wilayah Kota Malang sudah memupuni dan siap untuk penanganan super flu.

"Karena kita sudah belajar saat COVID-19, maka teman-teman medis sudah memiliki banyak pengalaman. Sehingga, baik tenaga medis maupun fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan RSUD Kota Malang sudah siap," tuturnya.

"Apabila nantinya membutuhkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut, kami juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA)," imbuhnya.

Sementara untuk gejala super flu sendiri disebut mirip dengan penyakit influenza atau flu biasa. Namun, untuk gejala super flu yang muncul lebih berat dibandingkan influenza maupun flu biasa.

"Super flu ini merupakan mutasi dari H3 ke H3N2 dan apabila bermutasi, maka biasanya menimbulkan beberapa gejala. Gejalanya hampir sama dengan flu biasa, tetapi derajatnya lebih berat," terang Husnul.

Warga juga dihimbau agar tidak panik dengan adanya kasus super flu. Utamakan menjaga kesehatan dan mengatur pola makan, makan bergizi, istirahat yang cukup serta menggunakan masker saat beraktivitas diluar.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads