Ribuan Jamaah mengikuti kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU). Peserta melakukan kirab replika tongkat dan tasbih KH Syaikhona Kholil dari Bangkalan ke Jombang dengan berjalan kaki pada Minggu (4/1/2025) pagi. Turut hadir di tengah ribuan peserta itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Gus Yahya menyebutkan kegiatan Napak Tilas Iyaroh Pendirian NU ini menjadi momentum penting berdirinya organisasi Islam terbesar di dunia itu. Momen itu dia harapkan bisa dimanfaatkan oleh santri maupun masyarakat umum untuk mengambil berkah.
"Napak tilas isyaroh jam'iyah NU ini merupakan momentum kita semua untuk mengambil berkah dari peristiwa sakral yang mubarokah," kata Gus Yahya, Minggu (4/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kegiatan napak tilas itu untuk mengenang peristiwa sakral dijalankannya isyaroh dari Syaikhona Kholil Bangkalan oleh KH As'ad Syamsul Arifin yang kemudian disampaikan pada KH Hasyim Asy'ari di Ponpes Tebuireng, Jombang.
"Di dalam peristiwa itu ada barokah besar. Saat ini momentum kita semua warga jam'iyah NU terutama jemaah yang ikut perjalanan napak tilas mengambil berkah kembali," ujarnya.
Melalui napak tilas itu juga, kata Gus Yahya, keberkahan dari peristiwa penting itu dia harapkan dapat menjadi perekat bagi NU. Dia menyinggung juga tentang ruh jam'iyah NU yang harus dijaga dan hidupi selamanya.
Peserta Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Bangkalan. (Foto: Kamaluddin/detikJatim) |
"Semoga dengan berkah ini NU semakin kuat dan maslahat, dan lestari sebagai pembawa barokah dari para muaziz untuk kemaslahatan kita semua," paparnya.
Sementara, Cicit Syaikhona Kholil,KH Imam Buchori mengatakan pihaknya sengaja membatasi kegiatan itu hanya 1.000 orang. Karena jumlah peserta diperkirakan akan membeludak jika tidak dibatasi.
"Kami batasi hanya 1.000 peserta supaya bisa terkontrol. Karena kalau tidak dibatasi akan datang lebih banyak lagi dari berbagai penjuru," katanya.
Selain diikuti 1.000 peserta, long march juga diikuti oleh seluruh keluarga besar Bani Kholil. Termasuk sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Situbondo.
"Selain dihadiri oleh Gus Yahya, Bupati Situbondo dan Bupati Bangkalan dan masih banyak pejabat lainya mengikuti kegiatan tapak tilas ini," pungkasnya.
(ihc/dpe)












































