Cuaca Ekstrem Picu Tiga Bencana Alam di Trenggalek

Cuaca Ekstrem Picu Tiga Bencana Alam di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 02 Jan 2026 12:00 WIB
Cuaca Ekstrem Picu Tiga Bencana Alam di Trenggalek
Bencana di Trenggalek/Foto: Istimewa
Trenggalek -

Cuaca ekstrem yang terjadi di Trenggalek memicu bencana banjir, longsor dan angin kencang. Akibatnya sejumlah akses jalan utama sempat terputus.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stafanus Triadi Atmono mengatakan, ada tiga kejadian bencana yang tersebar di lima kecamatan dan sembilan desa/kelurahan.

"Dari data Pusdalops BPBD Trenggalek, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi mulai kemarin, bahkan tadi malam juga masih ada yang hujan," kata Triadi, Jumat (2/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi. Di Kecamatan Durenan, pohon tumbang sempat menutup total akses utama Durenan-Bandung, sedangkan di Kecamatan Panggul, angin kencang menumbangkan pohon dan tiang listrik di jalur utama Trenggalek-Pacitan dan Panggul-Pule.

ADVERTISEMENT

"Tadi malam jalur utama ke Pacitan sempat terputus total. Tim gabungan kemudian langsung turun tangan untuk melakukan pembersihan. Sekarang sudah kembali normal. Sementara untuk yang mengarah ke Pule pagi ini masih kami tangani," jelasnya.

Dampak angin kencang juga terjadi di Kecamatan Trenggalek, delapan rumah di Desa Karangsoko rusak ringan hingga sedang. Kerusakan mayoritas pada bagian atap karena terbawa terempas angin kencang.

"Kemudian pohon tumbang juga sempat menutup akses alternatif Gemaharjo-Prigi, di Kecamatan Watulimo," ujarnya.

Sementara itu bencana banjir sempat terjadi di Dusun Gading dan Gandu, di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Dampaknya SDN 2 Karanggandu ikut terendam.

"Banjirnya cepat surut, untuk sekarang masyarakat melakukan upaya pembersihan matarial yang terbawa banjir," katanya.

Triadi menambahkan, cuaca ekstrem juga memicu tanah longsor di tiga lokasi. Di Kecamatan Dongko, tanah longsor terjadi di samping rumah milik Sunaryo di Dusun Krajan, Desa Watuagung. Di Dusun Gondang, Desa Siki tanah longsor menimpa rumah milik Darno dan mengakibatkan dinding jebol.

"Kami bersyukur dari sejumlah kejadian tadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka. Tidak lupa kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Trenggalek," jelas Triadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas Kelas 1 Juanda telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang akan terjadi selama 10 hari ke depan.

Dalam rilis BMKG disebutkan, seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan. Beberapa daerah diperkirakan telah memasuki puncak musim penghujan.

BMKG menjelaskan peningkatan cuaca ekstrem merupakan dampak aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillation) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.

Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Di beberapa lokasi peningkatan intensitas curah hujan dapat disertai petir dan angin kencang.




(irb/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads