Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Kamis (1/1/2026) sore mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah pada Jumat (2/1/2026) pagi. Dampak terparah dirasakan warga desa di Kecamatan Bungkal dan Balong, dengan puluhan hektare lahan padi terendam dan terancam gagal panen.
Di Kecamatan Bungkal, banjir merendam Desa Kunti dan Bedi Kulon sejak Jumat dini hari. Luapan sungai akibat debit air yang meningkat menggenangi persawahan hingga menutup akses jalan desa.
Sementara di Kecamatan Balong, banjir merendam Desa Karangan dan Desa Ngampel. Jalan desa tergenang sehingga aktivitas warga lumpuh, termasuk akses kendaraan yang tidak bisa melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Desa Karangan, Kariminanto mengatakan, banjir mulai datang sejak Kamis tengah malam. Air pertama kali menggenangi persawahan sebelum akhirnya meluas hingga jalan desa dan rumah warga.
"Sekitar jam 11 malam, dampaknya ke lingkungan, sawah, dan sejumlah rumah terendam air," ujar Kariminanto saat ditemui detikJatim, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, hingga pagi hari air masih setinggi lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat warga tidak bisa beraktivitas dan kendaraan bermotor tak dapat melintas.
"Semuanya tidak bisa beraktivitas, airnya setinggi lutut, tidak bisa lewat," tambahnya.
Hal serupa dirasakan warga Desa Ngampel, Zainul Karim menyebut banjir di wilayahnya merupakan air kiriman dari Kecamatan Bungkal dan Slahung. Selain merendam jalan desa, banjir juga menggenangi lahan padi yang baru berusia sekitar 40 hari.
"Ya ini gagal panen padinya, harus ditanami dari awal lagi," jelas Zainul.
Tak hanya di Desa Ngampel, banjir juga merendam puluhan hektare lahan padi di Desa Karangan, Bajang, dan wilayah lain di Kecamatan Balong. Derasnya arus banjir dipastikan merusak tanaman padi dan membuat petani terancam mengalami gagal panen.
