Suasana pergantian tahun baru di Sidoarjo berlangsung meriah. Meski Alun-alun Sidoarjo belum resmi dibuka karena masih dalam proses revitalisasi, ribuan warga tetap memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pesta kembang api pergantian tahun.
Sejak sore, warga sudah mulai berdatangan ke area sekitar Monumen Jayandaru. Mereka ingin menikmati momen detik-detik pergantian tahun di ruang publik yang menjadi ikon kota Sidoarjo itu. Meski sempat menunggu cukup lama karena kembang api belum terlihat di awal, antusiasme warga tak luntur.
Pemerintah sebelumnya mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan kembang api. Namun, faktanya, sejumlah warga tetap menyalakannya sehingga langit di atas Monumen Jayandaru berubah meriah dengan warna-warni cahaya saat memasuki pukul 00.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susiana (38), warga Prambon, mengaku sengaja datang jauh-jauh bersama keluarga untuk menikmati malam pergantian tahun di pusat kota.
"Alun-alun memang belum dibuka, tapi suasananya tetap seru. Kami senang bisa melihat kembang api," ujarnya, Kamis (1/01/2026) dini hari.
Menurutnya, perayaan pergantian tahun kali ini terasa lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun 2024 ke 2025 hujan deras, banyak yang tidak menyalakan kembang api. Tahun ini lebih ramai dan kembang apinya lebih banyak," katanya.
Sementara itu, Widodo (32), warga Jabon, juga menyampaikan hal serupa. Ia datang bersama istri dan anaknya sejak sore.
"Kami ingin menikmati malam tahun baru di Sidoarjo. Senang rasanya lihat kembang api langsung di alun-alun," ucapnya.
Pantauan detikJatim, kawasan Monumen Jayandaru dijaga ketat puluhan petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Jalan A Yani dua arah tampak dipenuhi warga yang memadati area sekitar alun-alun untuk menikmati pergantian tahun.
Usai pesta kembang api, warga perlahan membubarkan diri secara tertib. Arus massa terpantau kondusif tanpa adanya kerumunan yang menimbulkan gangguan. Malam pergantian tahun di Sidoarjo pun berjalan aman, meriah, dan penuh sukacita.
(irb/hil)
