Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengimbau masyarakat merayakan pergantian tahun baru dengan sederhana dan lebih mengedepankan introspeksi diri. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati atas terjadinya sejumlah bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Menurut Wahyu, euforia pergantian tahun tetap diperbolehkan, namun harus dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.
Namun momentum tahun baru, kata Wali Kota, seharusnya menjadi waktu untuk melakukan evaluasi diri dan memperbanyak doa agar ke depan menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Euforia silakan, tetapi yang sewajarnya. Akan lebih pantas jika kita sama-sama melakukan introspeksi dan evaluasi diri, serta memperbanyak panjatan doa," ujar Wahyu kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).
Sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ikhtiar, Pemerintah Kota Malang juga akan menggelar doa bersama di lima kecamatan.
Selain itu, Wali Kota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan akan berkeliling untuk memantau langsung situasi dan kondisi di kecamatan-kecamatan serta sejumlah lokasi strategis di Kota Malang saat malam pergantian tahun.
Di sisi lain, ancaman hujan dengan intensitas tinggi masih menjadi perhatian. Pemkot Malang bersama Polresta Malang Kota, Kodim, dan BPBD telah menyiapkan posko bencana guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Meski demikian, Wahyu menyebut kondisi Kota Malang sejauh ini relatif aman. Beberapa kali hujan deras yang mengguyur kota tidak menimbulkan banjir maupun bencana berarti.
"Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Ini juga karena kesadaran masyarakat yang semakin baik, terutama soal kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan," ungkapnya.
Upaya teknis pencegahan banjir pun terus dilakukan. Pengerukan sedimen di sejumlah titik masih berlangsung, meskipun sebagian besar lokasi yang selama ini menjadi penyebab banjir telah ditangani.
Sementara itu, persoalan gorong-gorong di kawasan Soekarno-Hatta masih dalam tahap penyelesaian dan terus dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi.
Pada untuk sektor pariwisata, khususnya perhotelan, Wahyu memastikan Pemkot Malang telah mengimbau agar perayaan tahun baru disesuaikan dengan kondisi. Wali Kota optimistis wisatawan dan tamu hotel dapat memahami situasi saat ini.
"Tidak harus ada hiburan yang berlebihan. Saya yakin masyarakat dan wisatawan bisa memahami," pungkasnya.
(mua/hil)











































