Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama unsur Forkopimda melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gereja dan pos pelayanan di Kota Malang menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kesiapan seluruh pihak menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat.
Peninjauan dilakukan bersama Wakil Wali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, Dandim, Danlanud, perwakilan Danlanal, Kejaksaan, FKUB, serta Forum Pembauran Kebangsaan.
Rombongan menyambangi beberapa gereja di Kota Malang guna memastikan kesiapan pelaksanaan ibadah Natal, Pos Pengamanan, dan Pos Pelayanan yang berada depan Stasiun Malang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Gereja GBI Betlehem Jalan Panglima Sidirman, GPPS Anugerah Jalan Sunandar Priyo, Gereja Katolik St Albertus Detrapani Jalan Ahmad Yani, Gereja Katolik St Perawan Maria dari Gunung Karmel Jl Ijen, dan Pos Pelayanan Terpadu Polresta Malang Kota di Jalan Ijen.
"Kami ingin memastikan semua gereja yang ada di Kota Malang siap, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dan perayaan Natal dengan aman dan nyaman," kata Wahyu Hidayat kepada wartawan usai peninjauan,Kamis (25/12/2025).
Selain kesiapan gereja, Wahyu juga meninjau pos-pos pelayanan Nataru. Menurutnya, lonjakan aktivitas masyarakat pada Nataru tahun ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Prediksi kenaikan (aktivitas masyarakat) sekitar 23 persen. Tahun lalu hanya sekitar 17 persen. Ini dipengaruhi libur panjang, keterbatasan perjalanan ke Sumatera akibat bencana, serta Malang yang menjadi tujuan wisata," jelasnya.
Wahyu menyebutkan, Kota Malang menjadi salah satu destinasi utama wisatawan, termasuk pergerakan wisata Malang-Batu yang perlu diantisipasi, terutama terkait kemacetan dan lalu lintas.
Untuk mendukung hal tersebut, fasilitas pos pelayanan disiapkan secara lengkap. Salah satunya pos pelayanan di depan Stasiun Kota Malang yang dilengkapi berbagai fasilitas karena adanya jalur dan perjalanan baru kereta api.
"Di pos pelayanan, termasuk di depan Gereja Katolik Kayutangan, ada fasilitas kesehatan, antisipasi kebakaran, hingga tempat istirahat bagi masyarakat," ujarnya.
Tak hanya itu, data pergerakan masyarakat juga dipantau secara berkala. Polresta Malang Kota menyediakan data setiap 12 jam terkait okupansi hotel, arus keluar masuk kendaraan, serta aktivitas di terminal, stasiun, dan pintu tol.
"Datanya sangat lengkap dan bisa dilihat langsung di layar yang ada di pos-pos pelayanan. Setiap 12 jam ada update grafik pergerakan," kata Wahyu.
Sementara terkait pengamanan ibadah Natal, Wahyu memastikan aparat kepolisian melakukan sterilisasi gereja sebelum ibadah dimulai.
"Saya sudah bertanya langsung ke pengurus gereja, dan alhamdulillah setiap kali ibadah, tim Polresta selalu melakukan sterilisasi sehingga jemaat merasa aman," jelasnya.
Wahyu juga menambahkan, beberapa gereja di Kota Malang melaksanakan satu hingga enam kali ibadah Natal dalam satu hari, mulai malam hingga hari Natal.
"Dengan kesiapan lintas sektor ini, kami berharap masyarakat yang beribadah, berwisata, maupun yang beraktivitas di Kota Malang selama Nataru dapat merasa aman dan nyaman tanpa gangguan apa pun," pungkasnya.
(irb/abq)
